Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia: Indonesia telah “memblokir” 59 negara, dan Indonesia mengalami keadaan darurat COVID-19

Home / MPR RI / Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia: Indonesia telah “memblokir” 59 negara, dan Indonesia mengalami keadaan darurat COVID-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR) Partai Demokrat Syarief Hasan menyesalkan langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Padahal, menurut data dari Accelerated Covid-19 Management Task Force, jumlah kasus positif Covid-19 yang dikonfirmasi telah mencapai 210.940, dengan 8.544 kematian. -Akibatnya, banyak negara di dunia yang terbuka untuk turis Indonesia. Menurut data yang disampaikan BNPB, tercatat 59 negara di dunia menutup dan membatasi secara ketat penerbangan dari Indonesia ke negaranya masing-masing.

Baru-baru ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) asal Indonesia, Amerika Serikat telah mengeluarkan travel warning kepada WNI yang hendak berwisata ke Indonesia. Padahal, risiko berdasarkan Covid-19 sangat tinggi, dan status travel warning-nya adalah peringatan level 3. Mulai Senin (9 Juli 2020), jam perdagangan akan sama dengan negara tetangga (yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam), hingga larangan perjalanan ke dan dari Indonesia yang tidak terbatas. Pemulihan ekonomi. Sebab jika gangguan kesehatan dan angka Covid-19 tidak bisa dihilangkan, maka akan berdampak pada semua lini kehidupan termasuk perekonomian. Ia mengatakan, ia juga mendorong pemerintah untuk belajar dari kelincahan dan daya tanggap negara tetangga Malaysia, yakni Malaysia. ”Malaysia segera menutup perbatasannya, melarang turis memasuki negara tempat episentrum Covid-19 itu, dan memperketat perlakuan terhadap pekerja. Dan tiket pengunjung jangka panjang untuk siswa. Ini menunjukkan respon yang kuat dari Malaysia. Pemerintah Indonesia tidak menunjukkan bahwa “Syarief, misalnya …. Anggota Parlemen” Partai Demokrat atas percaya bahwa travel warning adalah bukti masuknya orang asing ke Indonesia. Syarief mengatakan: “Ini juga harus memperingatkan pemerintah untuk segera menertibkan penyebaran Covid-19 dan mengurangi risikonya sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi kembali.” Menurut Syarief, dia dan pihak Demokrat sudah memperingatkan tentang masalah ini. Bahkan, dia memperkirakan jika pemerintah tidak bertindak cepat menangani pandemi Covid-19 maka akan ada 200.000 kasus Covid-19. China menjadi negara pertama yang menjadi pusat Covid-19, dan Indonesia memiliki lebih banyak kasus dibandingkan China. Indonesia menempati urutan ke 9 di antara negara dengan kasus terbanyak di benua Asia. – “Pemerintah tidak menghargai kontribusi Partai Demokrat. Sebaliknya, pemerintah fokus memulihkan perekonomian nasional bahkan menyerahkan paket stimulus kepada departemen-departemen pemerintah yang tidak terkait langsung. Alhasil, kami melihat saat ini jumlah kasus sudah mencapai 200.000, dan mendorong negara-negara lain untuk mengirimkannya kepada pemerintah. Peringatan, “kata Surif. … Dia menekankan bahwa pemerintah harus mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia bahwa tingkat keselamatan positif kurang dari 5%. Harap dicatat bahwa angka positif adalah persentase kasus positif dalam jumlah total tes. Angka positif di Indonesia sangat tinggi, 12%, atau 2%.

Syarief Hasan juga mengimbau pemerintah segera mengurangi penyebaran Covid-19. “Pemerintah harus fokus mengurangi penyebaran Covid-19 dan aspek kesehatannya. Jika pemerintah memperhatikan kontribusi ini dengan serius, maka dapat segera mengatasi Covid-19 dan dampaknya. Namun, jika tidak ditanggapi dengan serius, Syarief Hasan menyimpulkan:” Semakin banyak negara akan mengeluarkan peringatan perjalanan terhadap Indonesia. Ini merupakan prasangka buruk terhadap Indonesia secara politik, sosial dan ekonomi. Ubah strategimu, selesaikan health dulu, lalu ubah aspek ekonomi, “

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288