Ngobras dan Lady Bikers, Bamsoet Ajak Relawan Berpartisipasi di Empat Pilar MPR RI

Home / MPR RI / Ngobras dan Lady Bikers, Bamsoet Ajak Relawan Berpartisipasi di Empat Pilar MPR RI

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Bambang Soesatyo mengajak Lady Bikers, sebuah komunitas pengendara sepeda motor perempuan, untuk menjadi relawan mengikuti empat pilar kegiatan Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia. Hal tersebut menggemakan semangat nasionalisme berupa toleransi dan gotong royong yang juga kental dengan identitas keseharian komunitas sepeda motor.

Adanya komunitas sepeda motor wanita, misalnya Lady Bikers yang mengendarai sepeda penting bagi ribuan anggotanya. Sepeda motor besar seperti Harley Davidson dan Kawasaki Ninja, hingga seperti Sepeda motor kecil seperti Yamaha Lexi dan sepeda motor bebek biasa menunjukkan bahwa sepeda motor bukan sekedar simbol vitalitas pria. Tapi itu juga bisa melambangkan ketahanan wanita.

“Ini juga menunjukkan karakter wanita Indonesia yang mandiri, kuat dan mandiri. Anggotanya juga berasal dari berbagai industri. Banyak orang tidak menyangka, kecuali berapa banyak orang yang menikah, ada pengusaha, dokter, pilot, persewaan motor Mobil-mobil antri dan usianya berbeda-beda. Ibu-ibu dari belasan hingga enam tahun, salah satu staf pencinta sepeda motor sudah menjadi profesional sejak usia 13 tahun. Komunitas lady biker mengadakan perbincangan menarik (Ngobras), Sabtu (26/9/2020) .

Ketua ke-20 Republik Demokratik Indonesia (RI), Ketua Dewan Pengawas Motor Besar Indonesia Ketua (M BI) dan Ikatan Sepeda Motor Indonesia (IMI) tidak menyangka sebagian besar perempuan yang mengendarai sepeda adalah perempuan yang sudah lama atau sudah mengendarai sepeda motor.Bukan hanya satu atau dua tahun, tapi puluhan tahun.

“Ini membuktikan bahwa wanita juga menyukai tantangan untuk memacu adrenalin. Meski sepeda motor sudah familiar dengan debu, asap dan polusi udara yang dapat menodai wajah dan kulit mereka, mereka tidak mengatakan, “Bagi mereka, keindahan yang sesungguhnya tidak hanya terletak pada perawatan wajah mereka, tetapi juga pada memiliki hati yang kuat. Salah satu hati yang kuat ditempa melalui mobilitas. “

Ketua FkPPI Kementerian Pertahanan percaya bahwa perempuan dalam komunitas pengendara sepeda dapat memberikan perasaan yang lembut kepada orang-orang, sehingga menghindari hal yang terkadang melekat dalam komunitas sepeda motor Kesan arogansi.

“Perempuan lebih sensitif dibanding laki-laki. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan komunitas motor lebih banyak terlibat dalam berbagai olah raga etnis. Misalnya ikut aktif dalam kegiatan sosial membantu rekan-rekan senegaranya yang membutuhkan duta empat pilar MPR. Yang terpenting, Untuk melindungi negara dan integritasnya dari perpecahan, “Bamsoet menyimpulkan. -Kesenangan dan kesedihan berbagi pengalaman dan pesonanya sebagai pesepeda, serta suka dan duka membujuk keluarga, suami dan anak untuk terus bersepeda, akan segera disiarkan di saluran YouTube saluran Bamsoet. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288