Dalam pertemuan IDI tersebut, Bamsoet meminta pajak atas alat kesehatan yang tidak termasuk kategori pajak barang mewah

Home / MPR RI / Dalam pertemuan IDI tersebut, Bamsoet meminta pajak atas alat kesehatan yang tidak termasuk kategori pajak barang mewah

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendesak pemerintah tidak memasukkan pajak alat kesehatan ke dalam kategori pajak produk mewah. Namun terdapat metode pengobatan khusus, yang dapat mengurangi beban operasional rumah sakit sehingga mengurangi beban masyarakat yang berobat.

“Di Malaysia, pajak atas peralatan medis tertentu hampir nol. Biaya berobat di sana jauh lebih murah daripada di Indonesia. Tak heran jika banyak orang Indonesia yang pergi ke sana untuk berobat, terutama di daerah Penang. Sejak Covid Sejak pandemi ke-19, pemerintah Indonesia secara efektif telah membebaskan pajak alat kesehatan. “Kata Bamsoet usai rapat,” di ruang kerja Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia bekerja sama dengan direksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jumat (November 2020) 11 Januari) di Jakarta.

Pengurus IDI yang hadir pada pertemuan tersebut antara lain Ketua Umum Daeng Faqih, Wasekjen Ferry Rahman, Panitia Ahli Wasekjen, Adi Patria, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Hananto Seno dan DPRD Darul. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh anggota Komite IX Darul Siska, pertumbuhannya sangat kuat, dari 350.000 WNI pada tahun 2006 menjadi 600.000 pada tahun 2015. Total pengeluaran tahunan masyarakat Indonesia untuk berobat di luar negeri dapat mencapai 1,1 miliar dolar AS. , Dimana 80% berada di Malaysia.

“Selain harga yang lebih murah dan pelayanan yang lebih nyaman, masyarakat Indonesia juga memilih berobat ke luar negeri karena memiliki peralatan kesehatan yang sangat lengkap. Sambil memiliki sumber daya manusia dan rumah sakit, “Indonesia sebenarnya bisa menjadikan Indonesia peserta utama dalam wisata kesehatan. Bamsoet mengatakan:“ Menyediakan tempat yang nyaman bagi warga di seluruh dunia untuk berobat. “Kemhan FKPPI juga menyampaikan belasungkawa kepada banyak anggota IDI dan PDGI yang telah meninggal dunia. Covid19. Menurut data IDI, 109 anggotanya dan 12 anggota PDGI telah meninggal.

“ Kami berdoa semoga dokter almarhum dapat Ditempatkan di surga Tuhan Yang Mahakuasa. Pertarungan para dokter yang berada di garda depan perang melawan Covid-19 tidak akan sia-sia. Penting agar masyarakat mematuhi protokol sanitasi yang sebenarnya tidak sesulit itu. Pakai saja masker dan jaga jarak untuk mencuci tangan: “Rajinlah tanganmu. Hal kecil seperti ini bisa menyelamatkan nyawa kita,” tutup Bamsoet. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288