Kementerian Agama di Pesantren di Jazilul Fawaid mengesahkan perjanjian sanitasi yang menetapkan bahwa bantuan harus diberikan.

Home / MPR RI / Kementerian Agama di Pesantren di Jazilul Fawaid mengesahkan perjanjian sanitasi yang menetapkan bahwa bantuan harus diberikan.

TRIBUNNEWS.COM-Meski penularan Covid-19 cukup tinggi, namun untuk melanjutkan proses pengajaran di pesantren, Kementerian Agama telah mengeluarkan kesepakatan kesehatan yang harus diterapkan di pesantren. Kesepakatan kesehatan itu berisi 14 poin.

Menanggapi 14 butir kesepakatan kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Agama, Wakil Presiden MPR Jazilul Fawaid mengatakan ada beberapa butir yang tidak bisa disampaikan kepada pengasuh atau pengelola. Pada 20 Juni 2020, seorang pria bernama Gus Jazil di Jakarta mengatakan: “Misalnya, petani harus menyediakan ruang isolasi tersendiri untuk kegiatan belajar.” Untuk itu, Kementerian Agama berharap bisa membantu mengatasi masalah ini. -Selain itu, petani diharuskan menyediakan makanan yang seimbang dan dimasak yang disediakan oleh operator (koki dan tuan rumah) dengan sarung tangan dan masker. Menurutnya, aturan ini membebani petani pengasuh, karena tidak semua petani bisa menyediakan makanan untuk santri. Ia mengatakan: “Banyak pesantren di mana siswanya bisa memasak sendiri.” Ia berkata, “Ayo pergi sendiri.” Jazilul Fawaid berharap Kementerian Agama tidak hanya membantu tetapi juga mengawasi pesantren. Implementasi Perjanjian Sanitasi China. “Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama jangan hanya mendorong petani untuk mematuhi perjanjian sanitasi. Panggil saja saja tidak cukup,” ujarnya. -Namun, dia sangat senang karena di masa normal baru, pemerintah menghargai petani. Ia berkata: “Saya sangat bersyukur telah memperhatikan petani.”

Dari perhatian pemerintah kepada petani, saya berharap dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi petani dalam melaksanakan “Protokol Kesehatan”. Ia menjelaskan: “Pemerintah harus menghitung bantuan dana untuk masker, quick test, hand sanitizer dan fasilitas penunjang lainnya.” Jazilul menjelaskan, bantuan itu diperlukan agar petani tidak menerima sumbangan dari wali Santri sehingga dijadikan wali Santri. Rasakan tekanannya. Jika bukan persoalan fasilitas pendukung pelaksanaan perjanjian sanitasi, menurut Gus Jazil, hal ini mungkin akan mendorong petani untuk fokus mengejar ketertinggalan proses pengajaran yang sudah berlangsung. Rusak akibat pandemi Covid-19.

Dalam rangka membantu petani melaksanakan kesepakatan sanitasi, Jazilul Fawaid mengharapkan kerjasama antara berbagai kementerian dan instansi terkait (termasuk pokja Covid-19). Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan meminta Kementerian Agama mengunjungi petani untuk mengamati, melakukan simulasi, dan mendengarkan keluhan para wali petani dan murid-muridnya.

“Ya kalau hanya dilakukan oleh Kementerian Agama, itu menjadi beban.” Ia menyimpulkan: “Jika dilakukan oleh kementerian, ini tidak akan terjadi.” (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288