Untuk meramalkan dampak Covid-19, HNW merekomendasikan Food Bank Act sebagai prioritas

Home / MPR RI / Untuk meramalkan dampak Covid-19, HNW merekomendasikan Food Bank Act sebagai prioritas

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Musyawarah Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) memprioritaskan pembahasan RUU tersebut guna mengatasi pengaruh Partai Republik. Wabah Covid-19 yang berkepanjangan dan jumlah korban secara sosial dan ekonomi akibat bencana nasional Covid-19. – “Seluruh elemen bangsa harus inovatif dan kreatif, serta fokus dalam mengatasi pandemi Covid-19, termasuk DPR. Salah satu kreasi inovatif yang bisa diupayakan adalah keberadaan payung hukum, seperti RUU, yang akan berpengaruh pada situasi saat ini dan masa depan. Sangat bermanfaat, seperti UU Food Bank untuk perlindungan sosial. Oleh karena itu, RUU seperti ini penting untuk diprioritaskan. 4/19). Kesejahteraan sosial merupakan salah satu dampak paling serius dari pandemi Covid-19 .

“Banyak warga yang kehilangan atau kehilangan pendapatan dan daya beli akibat pandemi ini. Kalaupun kebutuhan pangan sehari-hari tidak dapat terpenuhi, katanya: “Selain bantuan sosial yang harus diberikan pemerintah, mereka juga bisa mendapatkan bantuan melalui sembako bank pangan yang dikelola masyarakat dalam kerangka gotong royong.” Sudah muncul. Dikelola oleh masyarakat dan sekarang mulai berkembang. “Ini menjadi perhatian bersama, dan ini sangat penting.” Namun, RUU tersebut belum dirumuskan dalam RUU Prioritas Prolegnas, dan RUU tersebut akan dibahas pada tahun 2020. Merevisi Prioritas Prolegnas 2020 dan memasukkan RUU ini ke dalam Prioritas tahun 2020 akibat bencana nasional Covid-19 yang sangat mendesak sebelum RUU itu terjadi.Hal ini di luar dugaan, dan tujuannya untuk menciptakan masyarakat bersama. Bekerja keras untuk membantu korban Covid-19 melalui bank makanan “HNW”.

Selain itu, HNW merupakan contoh dari banyak negara seperti Amerika Serikat. Kongres secara aktif merumuskan instrumen hukum untuk menangani wabah Covid-19 dan menyediakan produk legislatif untuk membantu warga korban Covid-19, termasuk “First Corona in the Family” Undang-Undang Virus. Di negara ini, akibat pengangguran akibat Covid-19, Amerika memiliki permintaan yang besar terhadap bank makanan untuk memenuhi kebutuhannya. Banyak laporan membuktikan hal ini, dan banyak orang Amerika memiliki antrean panjang di banyak gudang makanan di sana. Makanan kesejahteraan sosial. Jika bisa segera dimunculkan, maka food bank bisa menjadi salah satu solusi inovatif untuk dampak sosial ekonomi jangka panjang pandemi Covid-19, ”ujarnya. Lembaga / tempat yang dioperasikan oleh organisasi sosial yang kegiatannya dirancang sebagai basis Pangan perlu disediakan, dan yang membutuhkan bisa mendapatkannya secara gratis. Atau pesta pernikahan (sisa makanan) selalu layak untuk dikonsumsi; b) Akibat proses pra panen, makanan berlebih hilang atau terbuang antara rantai pasok produsen dan pasar akibat penyimpanan, Atasi dan atasi permasalahan yang tidak mencapai kualitas yang dibutuhkan pasar Pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang pangan tersebut, karena meskipun masih aman untuk dimakan di pasaran tetap ditolak oleh pasar (food loss).Ini adalah negara terbesar kedua dalam hal limbah makanan (setelah Arab Saudi), dengan total 13 juta ton makanan terbuang setiap tahun. Dia berkata. Kebutuhan / makanan, terutama yang terkena Covid-19 dari segi sosial dan ekonomi, tetapi pada saat yang sama mencegah banyak orang dari membuang-buang makanan di antara orang-orang yang membutuhkan makanan dan korban Covid-19. Ia menyimpulkan: ” Dan menjadikannya sebagai payung hukum, yang dapat mendorong dan melindungi bank pangan dan aktivisnya untuk memberikan perlindungan sosial yang aman bagi warga negara Indonesia. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288