Ahmad Basarah mengimbau masyarakat untuk berhenti menghina staf medis

Home / MPR RI / Ahmad Basarah mengimbau masyarakat untuk berhenti menghina staf medis

TRIBUNNEWS.COM-Ahmad Basarah, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat, mengimbau masyarakat untuk mengakhiri stigma petugas medis yang merawat 19 pasien Covid tersebut. Ia juga harus disebut sebagai “Dokter Pahlawan” Indonesia. Pernyataan itu dikeluarkan Basarah pada Kamis (30/4/20) setelah melihat banyak warga dari berbagai daerah yang menolak petugas medis, terutama perawat, untuk tinggal di tempat umum. Insiden terbaru terjadi ketika tiga perawat di Rumah Sakit Bangkano Kota Solo, Jawa Tengah, digusur oleh pemilik rumah dari tempat mereka menyewa sebuah rumah di kawasan Grogor. , Diselenggarakan di Sukoharjo, Jawa Tengah awal pekan ini. Mereka kini terjebak di sebuah ruangan di lantai lima RS Solobangano. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Malang, Jakarta, Palembang, Gorontalo, Yogyakarta, dan Bandung. Mereka juga tidak ingin terpapar Covid-19. Oleh karena itu, mari kita gunakan hati nurani kita dan perlakukan mereka seperti pahlawan, ”jelas Basarah. Pertama, masyarakat belum paham tentang penyebaran virusnya. Kedua, informasi tentang Covid-19 lebih banyak pada sisi negatifnya, yang menyebabkan masyarakat Ketakutan yang berlebihan. “Akibat kombinasi kedua faktor ini, tidak hanya pasien Covid-19, tetapi juga mereka yang berada di garda terdepan dalam perawatan dan rehabilitasi pasien Covid, telah terjadi proses stigmatisasi. -19, ”kata Barasa. -Untuk itu, dosen lulusan Unisma ini mengusulkan solusi, menyerukan kepada pemerintah, relawan, media massa dan pihak terkait untuk lebih mengedukasi masyarakat agar Mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang penyebaran dan pencegahan Covid19, terutama dalam peran dan kontribusi tenaga medis .. Bisa melalui dialog di TV dan radio, iklan di media cetak, pamflet dan pamflet yang berisi edukasi serta Banyak metode lain untuk menstigmatisasi pasien dan staf medis Covid-19 pada dasarnya dilarang untuk jenis pendidikan ini .- “Kami adalah negara yang religius. Agama yang kami anut mengajarkan kebaikan. Pemecatan perawat bertentangan dengan hati nurani, bukan kebaikan. Perawat tidak boleh diusir dari rumah dan ditolak, tapi bagaimana bekerja sama untuk membasmi virus di tanah Indonesia, jelas Sekretaris Panitia Penasehat Muslim PP Baifu Indonesia.

Selain itu, sebagai solusi lain, Basarah menyarankan Sambil mengajar, pemerintah juga menyiapkan asrama setengah jalan untuk tenaga medis. Diselesaikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Puspiptek Guest House diubah menjadi suaka bagi petugas kesehatan di Tangerang Selatan.

“Peran tenaga medis harus dihormati. Sangat dihargai, karena dalam hal ini mereka juga mempertaruhkan nyawa. Masyarakat harus menunjukkan simpati dan kasih sayang daripada mengisolasi dan mengusir mereka Datang dan berikan dukungan, “kata Basala.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288