Pemerintah mendesak penyusunan pedoman berbasis materi pendidikan untuk tahun ajaran baru

Home / MPR RI / Pemerintah mendesak penyusunan pedoman berbasis materi pendidikan untuk tahun ajaran baru

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mendesak pemerintah segera menyusun pedoman berbasis materi pendidikan untuk menindaklanjuti pembahasan empat menteri tentang pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran ini dan 2005. Keputusan bersama dari pedoman. Selama tahun ajaran baru selama pandemi penyakit virus Corona (Covid-19). — “Dalam juklak tahun ajaran baru yang diumumkan Senin (15/6), hanya mengatur penerapan teknologi, tanpa pembinaan berbasis materi pendidikan, sehingga pemerintah harus segera menyiapkan materi pendidikan berbasis materi. Guide, ”kata Lestari yang kerap disapa Rerie. Ia mengungkapkan dalam keterangannya, Kamis (18/6) .

Baca: Strategi mengelola keuangan dengan UMR — -Rerie mengatakan, misalnya panduan bagaimana mendorong pembelajaran termasuk membuat bahan ajar dari jarak jauh Panduan rencana studi: “Karena tidak semua topik pembelajaran sesuai dengan model saat ini.”

Panduan dalam rencana Rerie mencakup apa yang dikatakan NasDem, selain termasuk pedoman bahan ajar, juga mencakup pengembangan Panduan belajar untuk guru, siswa dan orang tua. Perlu juga ditetapkan pedoman penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang lebih sesuai untuk sistem pembelajaran yang diterapkan.

Karena sesuai dengan juklak saat ini, dia menjelaskan penggunaan dana BOS hanya bisa digunakan untuk membayar guru honorer, membeli hand sanitizer, hand sanitizer dan sabun, serta membeli kacang-kacangan.

“Jangan biarkan setiap sekolah menggunakan dananya sendiri tanpa dasar politik yang jelas.”

Membaca: Laut Cina Selatan sedang memanas, dan Pidato Menteri Pertahanan: Kita tidak akan terlibat dalam konflik

Ya Salah satu anggota, Rerie, mengatakan kepada Komite X DPR RI sekolah di RTH berpendapat hal yang paling mendasar adalah bahwa “ exit strategy sekolah harus ditempuh dalam menentukan waktu masuk sekolah berdasarkan kesiapan sekolah. Ia menjelaskan, budaya hanya bisa mengatur persentase siswa untuk mengontrol kepadatannya selama studi. Rerie menambahkan, dasar penetapan kepadatan juga harus memperhatikan persentase jumlah kelas di masing-masing sekolah, agar jarak antar siswa di sekolah dapat terlaksana dengan baik. Ia mengatakan: “Perlu penelitian yang serius dan kemauan untuk mengembangkan pedoman belajar yang baik di masa depan. Pandemi. Enam bulan sebelum Desember 2020 sudah cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya.” Tambahnya. Rerie mengatakan, dengan aturan yang jelas dan baik, hal ini mencegah guru dan siswa bereaksi terhadap panduan belajar selama pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288