Bamsoet mengajak kaum milenial untuk hidup dalam keseharian Pancasila

Home / MPR RI / Bamsoet mengajak kaum milenial untuk hidup dalam keseharian Pancasila

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, memaparkan data Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah pemuda Indonesia usia 16 hingga 30 tahun melebihi 64 juta. Antara tahun 2020 dan 2035, populasi usia produksi Indonesia akan mencapai rekor tertinggi, mencapai 64% dari total populasi Indonesia.

“Di satu sisi, bonus demografi dapat memberikan peluang bagi pembangunan ekonomi. Hal ini juga dapat mengakibatkan terjadinya PHK. Jika kedua prasyarat tersebut terpenuhi, nilai bonus demografi mungkin yang terbaik. Pertama, jumlah usia produksi adalah satu Sumber daya manusia yang berkualitas seperti ini. Kedua, memberikan kesempatan kerja. The Millennium Discussion Institute Hasan Basri, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang, Wakil Ketua Panitia II MPR Yacut Cholil Qoumas, dan Walikota Bogor Bima · Walikota Bogor Bima Arya, Menteri Pertahanan Indonesia Jubis Dahnil Anzar (Jubis Dahnil Anzar), penulis “Pancasila” karya Saddam Al Jihad Dunia ideologi, “sebuah buku: ratusan Milenial benar-benar terlibat; produksi komponen elektronik ke China melalui operasi industri rumahan; pada saat yang sama, Jepang berhasil mengoptimalkan kinerja penduduk usia produktif, sehingga pengangguran sangat rendah, Kurang dari 3%.

“Tidak semua negara gagal. Misalnya, Brasil gagal karena akses ke pendidikan dan infrastruktur yang berkualitas serta penciptaan lapangan kerja bukanlah prioritas. Afrika Selatan gagal. Minimnya perhatian terhadap kualitas pendidikan terkait permintaan pasar kerja dan rendahnya tingkat pertumbuhan lapangan kerja telah mengakibatkan sekitar 53% generasi milenial Afrika menganggur, ”jelas Bamsoet. Kementerian Pertahanan FKPPI mendorong banyak generasi milenial Indonesia di luarnya untuk menjadi pengangguran. Perekonomian berdampak positif, dan juga harus berdampak signifikan terhadap nilai penaburan pancasila.Di lompatan zaman, tantangan merawat dan memelihara Pancasila semakin realistis. -Globalisasi dan teknologi maju menyediakan produk dan gaya hidup yang belum tentu sama dengan kita Sesuaikan dengan jati diri dan kepribadian kebangsaannya, misal legalisasi., Gay, biseksual dan transgender) sampai di negara tetangga, kita harus hati-hati jangan masuk ke indonesia.orang LGBT tidak bisa hidup di tanah indonesia karena tidak sesuai dengan kita Agama atau budaya nasional. ” Dalam rangka menghancurkan jati diri bangsa, tradisi, budaya, serta moralitas dan kearifan lokal, Pancasila dapat semakin terpinggirkan dan hanya muncul dalam ruang utopis.Keprihatinan ini tidak berlebihan, apalagi bila kita menyinggungnya. Ketika datang ke publikasi investigasi. Survei LSI 2018 menemukan bahwa dalam 13 tahun, jumlah pendukung Pancasila turun sekitar 10%. Pada 2005, jumlah masyarakat pendukung Pancasila mencapai 85,2%, dan pada 2018 angka ini turun menjadi 75,3%. Survei yang dilakukan oleh komunitas Pancasila Muda pada akhir Mei 2020 menunjukkan bahwa di antara responden muda berusia 18 hingga 25 tahun di 34 provinsi, hanya 61% responden yang berpendapat dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting setelah pendaftaran. Dan sangat erat hubungannya dengan kehidupan mereka.

“Dalam rangka melindungi Pancasila, sangatlah penting bagi semua golongan di tanah air untuk mewujudkan Pancasila. Sebagai sebuah ideologi, La pancasila hanya dapat dirasakan dalam setiap denyut nadi kehidupan masyarakat. Artinya, harus dilakukan dalam bentuk tindakan nyata, agar tidak menjadi konsep yang hanya tinggal di langit dan hanya menjadi hati ”, pungkas Bamsoet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288