HNWI: Jangan abaikan peran NU dan Muhammadiyah sebagai penggerak pendidikan

Home / MPR RI / HNWI: Jangan abaikan peran NU dan Muhammadiyah sebagai penggerak pendidikan

TRIBUNNEWS.COM-Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR), mengkritik lemahnya keterkaitan proses verifikasi dan konfirmasi rencana organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena lemahnya proses verifikasi dan konfirmasi, hal ini menyebabkan adanya penolakan terhadap Muhammadiyah dan NU, dua ormas terbesar di Indonesia, yang berperan dalam mobilisasi dan pengelolaan pendidikan di Indonesia. . Secara khusus, disebutkan bahwa rencana dengan total anggaran yang direncanakan sebesar 595 miliar rupee harus disertifikasi oleh organisasi terpercaya yang telah membuktikan kontribusinya terhadap industri pendidikan di Indonesia. Di bidang pendidikan. Pemerintah harus lebih berhati-hati dalam penggunaan APBN, apalagi sekarang ini era darurat Covid-19, ”ujar Hidayat dalam keterangan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (23/7).

Hidayat Review Era epidemi berasal dari utang, karena menurut Perpres No. 72/2020 defisit telah membengkak hingga lebih dari 1 triliun rupee. Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah yang hati-hati, efektif, efisien dan tegas. Anggaran yang berhati-hati, terutama untuk anggaran Cukup banyak rencana.

Menurutnya, anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 595 miliar rupiah penyelenggaraan perilaku pendidikan sangat penting, misalnya Ormas dan Sampoerna Foundation dengan Kementerian Agama yang hanya punya sekitar 75 miliar rupiah, Namun, mereka mendapat “hibah” kategori D. Gajah yang dalam rencana, Muhammadiyah dan NU keluar dari rencana itu pasti aset yang serius. Ada masalah dengan proses dan pengambilan keputusan, terutama berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Dalam prosesnya, tidak ada 183 calon penerima bantuan lembaga yang ditinggalkan.Namun dalam hal ini tidak mungkin mengabaikan keberhasilan Mohammedia, Nu dan beberapa ormas besar lainnya di bidang pendidikan sebelum berdirinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Seharusnya itu tidak terjadi, jangan abaikan peran dan pendapat mereka, apalagi saat pandemi, menggunakan anggaran besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan guru. Justru Muhammadiyah, NU ) Dan organisasi besar lainnya yang telah membuktikan layanan dan kinerjanya untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan promosi pendidikan, akan semakin membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merealisasikan rencananya untuk memberikan pendidikan yang lebih baik dan lebih maju.Dan pelajar, bahkan di era medis darurat pandemi Covid. -19 “, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288