Munas SOKSI akan diimplementasikan secara hybrid

Home / MPR RI / Munas SOKSI akan diimplementasikan secara hybrid

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, dan Wakil Ketua Organisasi Pekerja Mandiri Indonesia (SOKSI), mendukung terselenggaranya Musyawarah Nasional (Munas) SOKSI yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2020 . Hibrida harus menggabungkan kehadiran fisik dan virtual sebagai bagian dari penerapan perjanjian sanitasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini kemungkinan akan menjadi pemilihan nasional pertama untuk pemilihan presiden. Bamsoet mengatakan dalam pertemuan dengan Dewan Direksi Nasional (Depinas) SOKSI:” Pandemi Covid-19 tidak akan menjadi penghalang bagi penguatan dan konsolidasi Ormas terhadap organisasinya. Dan Aburizal Bakrie, Ketua Panitia Pertimbangan Partai Golkar yang digelar di Jakarta pada 20 Juli 20 22. — Mantan juru bicara MPR ini mengatakan, Majelis Nasional SOKSI juga akan membahas tentang adanya “RUU BPIP” yang baru saja diajukan pemerintah. Gantikan RUU HIP. Sebagai ormas yang lahir pada tahun 1960-an menjadi antitesis / perlawanan berbagai ormas komunis, SOKSI berkepentingan untuk mempertahankan Pancasila sebagai bangsa dan ideologi bangsa. Selain berkepentingan untuk terus berpartisipasi dalam promosi Ideologi Pancasila dalam segala aspek bangsa.

“Keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai penanggung jawab lembaga ini sepertinya tidak baik. Bansut mengatakan: “Untuk menjaga perkembangan ideologi negara, sepenuhnya bergantung pada peraturan Presiden. Alangkah baiknya jika terikat oleh undang-undang.” – A. Mahadi Nasution, Pengurus Pengurus Daerah Sok VIII DKI Jakarta menjelaskan Keberadaan SOKSI saat ini bukan lagi dualisme SOKSI Keberadaan “Perkumpulan SOKSI” yang dibentuk pada tahun 2016 tidak akan menghalangi (almarhum) Profesor Suhadiman untuk memperkuat dan mengonsolidasi SOKSI yang didirikan pada tahun 1960. “Diturunkan dari generasi ke generasi, SOKSI didirikan oleh Profesor Suhardiman pada tahun 1960, yang kemudian turut mendirikan Partai Golkar. Hingga akhir hayatnya di tahun 2015, ia terus bekerja keras untuk meningkatkan SOKSI. Oleh karena itu, jika ada Perkumpulan SOKSI yang berdiri tahun 2016, itu bukan unit sejarah SOKSI, itu pendiri partai Golkar, “jelas Mahadi Nasution. Pancasila SOKSI juga akan Memanfaatkan penyelenggaraan MPR menjadi sarana penguatan dan pemantapan organisasi. Bobby Suhadiman menyimpulkan: “Sehingga bisa berkontribusi untuk kemenangan Pilkada Partai Golkar dan 2024 Untuk berkontribusi pada pemilihan. Inilah inti dari perjuangan nasional untuk plasma darah “.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288