Masyarakat yang disiplin harus mengutamakan orang

Home / MPR RI / Masyarakat yang disiplin harus mengutamakan orang

TRIBUNNEWS.COM-Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menyerukan pendekatan yang manusiawi dan persuasif dalam tindakan disipliner masyarakat, bahkan ketika TNI dan Polri terlibat. “Patuhi persyaratan perjanjian sanitasi selama wabah Covid-19,” kata Lestari Moerdijat dalam siaran persnya, Jumat (29/5). “Nanti polisi dan TNI tidak akan membawa tongkat apalagi senjata. Katanya mereka melengkapinya dengan masker cadangan dan hand sanitizer, misalnya cocok untuk yang tidak memakainya di tempat umum. Anggota Kongres Partai NasDem

Rabu (27/5), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan selama pandemi Covid-19, 340.000 personel TNI dan Polri akan ikut dalam proses penegakan disiplin masyarakat untuk memasuki keadaan normal baru. — Julukan Lestari, Rerie, menjelaskan bahwa ratusan ribu petugas polisi ditugaskan untuk bekerja di 1.800 titik yang terletak di empat provinsi dan 25 kabupaten / kota. Tentara Nasional membantu mereka melaksanakan dengan mematuhi kesepakatan kesehatan selama wabah Covid-19 di Indonesia Disiplin masyarakat.

“Mengingat jumlah orang yang dituntut untuk didisiplinkan jauh lebih banyak daripada jumlah aparat kepolisian,” ujarnya. -Bahkan dalam urusan mengelola disiplin masyarakat, Leary menegaskan, pemerintah harus mengacu pada Pasal 30 UUD 1945. Pasal tersebut menyatakan pada ayat 3 dan 4: (3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas angkatan darat, laut, dan udara sebagai alat nasional, dan berkewajiban untuk mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. (4) Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah Alat nasional untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik memiliki kewajiban untuk melindungi, melindungi masyarakat, melayani masyarakat dan menegakkan hukum. Ia mengatakan bahwa ini adalah Kepolisian Indonesia. Jika polisi kekurangan, mereka dapat meminta bantuan TNI. Ia berkata: “Dengan cara ini, setiap Semua kelas sosial sangat memahami prosedur baru sosialisasi. “Rerie berharap bisa melakukan pertukaran teknis dengan seluruh lapisan masyarakat dalam proses disiplin. Masyarakat lebih meyakinkan. Bukan hanya komando saja yang akan membangkitkan rasa takut, bukan hati nurani.” Dengan cara ini masyarakat harus memperhatikan kesehatan. Aturan dan regulasi. Kesadaran dasarnya jangan takut dihukum, ”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288