Ini adalah langkah yang diambil Sekretariat Jenderal MPR untuk mencegah penyebaran virus corona

Home / MPR RI / Ini adalah langkah yang diambil Sekretariat Jenderal MPR untuk mencegah penyebaran virus corona

Sekretariat Jenderal MPR TRIBUNNEWS.COM-MPR telah melakukan tindakan preventif dan protektif di Sekretariat Jenderal MPR untuk mencegah penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19).

Setelah pemerintah memutuskan untuk mengumumkan penyebaran COVID, langkah -19 ini berfungsi sebagai bencana nasional (non bencana alam) dan instruksi presiden, menginstruksikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari dalam negeri dan mereformasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang penyesuaian kerja ASN Sistem notifikasi untuk mencegah penyebaran COVID-19 antar instansi pemerintah. -Tindakan yang diambil oleh Sekretariat Jenderal MPR tertuang dalam Surat Edaran Sekjen MPR Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Sekretariat Jenderal MPR dan Surat Edaran pada tanggal 5 Mei 2020 perihal penyesuaian ASN Sistem kerja untuk mencegah penyebaran COVID-19. 19 di Sekretariat Jenderal MPR. Surat Edaran ini dikirimkan kepada seluruh pegawai Setjen MPR dengan tujuan untuk mencegah dan meminimalisir risiko COVID-19 di lingkungan Setjen MPR dan seluruh masyarakat. Hindari mengganggu fungsi Sekretariat Jenderal MPR sekaligus menghindari wabah COV-19 untuk mendukung operasional organisasi MPR yang masih belum maksimal dalam kondisi yang ada, ”kata Ma’ruf kemarin, di Jakarta. MPR. Sekretariat Jenderal Musyawarah Rakyat (MPR) bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19, dimulai dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang meliputi makan makanan seimbang, buah dan sayur; istirahat yang cukup Dan bekerja di luar jam kerja yang dibatasi (lembur); setelah melakukan aktivitas di dalam dan di luar kantor, sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda yang mungkin dipegang banyak orang (gagang pintu, tombol lift, dll.), Harap cuci tangan secara teratur dengan sabun desinfektan dan air mengalir ; Gunakan masker batuk / bersin atau tutupi mulut dan hidung dengan tisu, sapu tangan atau lengan atas. Berhentilah merokok, karena akan menurunkan kekebalan tubuh.

Kedua, dengan membuang limbah yang dapat menyebabkan penularan penyakit (kain bekas , Masker) dan limbah tertutup lainnya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bersih Tempat sampah / tas; tempat bersih, sering tersentuh disinfektan / terkena banyak komponen (meja rapat, gagang pintu, tombol lift, pegangan tangan, mesin absensi) , Gagang kursi, dll.); Memaksimalkan penggunaan sirkulasi udara yang baik dan ventilasi cahaya yang cukup; menyediakan bahan / keperluan yang diperlukan untuk menjaga kebersihan.

Ketiga, melindungi kesehatan pribadi selama perjalanan, dan, antara lain, melakukan tugas resmi Perjalanan ditunda diluar area (dengan tujuan tidak ditunda); batasi kontak langsung dengan orang lain selama perjalanan; jangan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu; jika ada gejala batuk / bersin, mohon gunakan masker; kurangi Interaksi dengan orang lain yang mengalami gejala batuk / pilek / bersin.

Keempat, jika Anda bepergian ke luar negeri atau dipastikan mengidap COVID-19, Anda akan melakukan pemeriksaan diri dalam waktu 14 hari setelah kembali ke Indonesia, dan Batasi interaksi dengan orang lain. Jika mengalami demam, batuk, pilek, dan tidak ada sesak napas dalam waktu 14 hari, sebaiknya hubungi institusi medis terdekat. Jika tidak ada gejala demam, batuk, atau pilek dalam 14 hari, Anda tetap perlu Rumah sakit melakukan pengecekan kondisi fisik untuk memperoleh surat keterangan sehat. Langkah yang dilakukan adalah Sekretariat Jenderal ASN MPR dapat menjalankan tugas resminya di tempat tinggal / kediamannya, namun hanya dengan syarat pejabat di tingkat I, II, dan III tetap menduduki jabatan khusus. Agen, tenaga ahli, pejabat dan pegawai empat jenjang yang menjalankan fungsi di kantor dapat bekerja di kantor. Rumah / tempat tinggal (bekerja dari rumah), sedangkan tenaga medis fungsional dan dokter Poliklinik MPR tetap mengikuti hari kerja yang berlaku di Sekretariat Jenderal MPR Bekerja seiring waktu Cara menjalankan tugas resmi di rumah / rumah ini pun sama31 Maret 2020. Dalam rangka penyelenggaraan acara, Sekretariat Jenderal MPR telah mengatur untuk menunda atau membatalkan semua acara tatap muka yang mengundang banyak peserta. Sementara berdasarkan prioritas dan urgensi, penyelenggaraan rapat sangat selektif dan menggunakan teknologi dan informasi yang tersedia. Jika ada kebutuhan mendesak untuk mengadakan rapat di kantor, Sekretariat Jenderal MPR juga menerapkan social distancing (dengan memperhatikan jarak aman). -Untuk perjalanan dinas, Setjen MPR mengatur perjalanan dinas secara selektif sesuai dengan prioritas dan urgensi. Di saat yang sama, pelaksanaan perjalanan ke luar negeri ditunda.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, Setjen MPR melakukan desinfeksi di lingkungan Setjen MPR. “Kita semua bergerak cepat. Hand sanitizer atau hand sanitizer ditempatkan di berbagai tempat dan lalu lalang. Sekretariat Jenderal Musyawarah Rakyat juga akan memberikan vitamin kepada seluruh karyawan untuk meningkatkan imunitas,” kata Maruf Kasinono. “Pada akhirnya, adalah hati nurani kita sendiri bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan yang diharapkan secara mandiri. Faktanya, aktivitas dan interaksi tidak hanya terjadi di lingkungan kerja, tetapi juga secara eksternal, seperti terminal dan stasiun. Dia menyimpulkan bahwa kami menginginkan COVID- 19 Epidemi dapat ditularkan secepat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288