Sore ini, Gus Jazil mengumpulkan pekerja migran Indonesia yang dihukum mati di Soetta

Home / MPR RI / Sore ini, Gus Jazil mengumpulkan pekerja migran Indonesia yang dihukum mati di Soetta

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden MPR Jazilul Fawaid berencana untuk memulihkan kembalinya Eti Binti Toyib, seorang pekerja yang berimigrasi dari Majalengka Indonesia dan telah dipenjara sejak tahun 2002 karena diduga meracuni majikannya dan menghindari ancaman hukuman mati. TKI Eti Binti Toyib akan tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten Senin siang ini (7 Juni 2002).

Bin Toyib mengatakan di Bandara Soekarno Hatta, “Kata Jazilul Fawaid yang populer pada Gus Jazil pada Senin (6/7/2020). Gus Jazil akan menyambut Eti di ruang VIP di Terminal 3. Soetta – –Gus Jazil menyampaikan bahwa setelah melalui proses yang panjang dan berbelit-belit, dengan dukungan pemerintah Indonesia, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Dengan dukungan dari berbagai kalangan seperti PKB dan PKB, Eti akhirnya dibebaskan dari hukuman mati., Dan dibayar diyat (uang darah) yang diminta oleh keluarga majikan.

“Awalnya, ahli waris majikan meminta ampun 30 juta reais atau Diyat sebesar 107 miliar Rp, dan tidak akan dilaksanakan. Arsitek Asosiasi Bangkaji Nasional mengatakan: “Melalui berbagai metode, ahli waris akhirnya setuju untuk membeli ketua DPP Pak CakImin seharga 15,2 miliar rupiah. LAKISNU memprakarsai penggalangan dana.” Berdasarkan tabel tersebut, Eti Toyib Anwar divonis hukuman mati sesuai dengan Putusan Pengadilan No. Taif. 75/17/8 dari 22/04 / 1424H (23/06 / 2003M), disetujui oleh Pengadilan Banding dengan Resolusi No. 307 / Kho / 2/1 No. 2828, dan oleh Mahkamah Agung dengan nomor: 1938/4 12/02/1429 H membunuh majikannya, Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi, Arab Saudi, karena keracunan.

Faisal Bin Said Abdullah Al Ghamdi (Faisal Bin Said Abdullah Al Ghamdi) meninggal tiga bulan setelah namanya EMA atau Aminah (pekerja rumah tangga majikan) Warga negara Indonesia bersaksi bahwa Eti Toyib membunuh majikannya dengan keracunan. Percakapan direkam oleh keluarga majikan. Selama interogasi Eti Toyib Anwar pada 1/16 malam lalu, penyelidik mendengar tentang investigasi, dan ternyata Eti Toyib mengakui bahwa dia membunuh majikannya.

Selama proses rilis, pemerintah Indonesia, dengan dukungan semua pihak, akhirnya mencabut hukuman mati Eti dengan usaha patungan dan mengenakan denda 15,2 miliar rupiah. Kasus Eti telah ada sejak tahun 2001, dan dia ditahan selama 19 tahun. Gus Jazil mengatakan: “Karena itu, prosesnya sangat panjang.”

Sebelumnya, duta besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menyatakan bahwa jumlah ini 15,2 miliar rupee Adalah Rachinu yang menggalang dana selama tujuh bulan untuk Pemerintah Provinsi Jawa dari pelajar, pengusaha, birokrat, politisi, cendekiawan, dan donor dari badan amal (termasuk negara-negara Barat).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288