Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah untuk menyelidiki TKA ilegal di Kendari

Home / MPR RI / Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah untuk menyelidiki TKA ilegal di Kendari

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Rakyat Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid, meminta pemerintah untuk secara serius menyelesaikan masalah penyebaran virus korona, menegakkan peraturan hukum, dan menyelidiki 49 orang secara seksama Status Masuknya Pekerja Asing Ilegal (TKA) dari Tiongkok ke Sulawesi di Cina Tenggara. -Hidayat, umumnya dikenal sebagai “individu bernilai tinggi”, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Republik Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa larangan masuk atau transit warga Tiongkok telah berlaku sejak pengumuman warga Tiongkok pada 2 Februari. Pada tahun 2020, dan Menteri Hukum dan Peraturan Hak Asasi Manusia. Peraturan Permenkumham No. 7 tahun 2020 tentang pemberian visa dan izin tinggal untuk mencegah masuknya virus korona masih berlaku, Selain itu, individu dengan kekayaan besar menekankan bahwa semua pihak harus secara serius menangani epidemi virus corona dan membuat Semua departemen imigrasi, polisi, sumber daya manusia dan layanan imigrasi mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. … “Kemudian 49 TKA Tiongkok berimigrasi ke Kendari (Kendari), bahkan jika mereka hanya memegang visa pengunjung, mereka tidak boleh masuk ke Indonesia (sesuai keputusan Kementerian Luar Negeri), tetapi menurut peraturan Menhukan, visa masuk telah diisolasi. 14 hari, bahkan jika mereka berasal dari China. Ini adalah negara sumber virus korona dan penyebarannya. Ini harus diselidiki secara menyeluruh. Sebagai bukti keparahan pengobatan virus corona, dan efek jera. Ini tidak akan terjadi lagi. ,”Dia berkata. Di Jakarta.

Demi kesembronoan, individu-individu dengan kekayaan besar percaya bahwa Presiden Joko Widodo harus mengikuti langkah-langkah ketat yang diambil oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk menyelesaikan masalah mahkota dan memecat para imigran yang memungkinkan orang Cina-Amerika untuk memasuki Filipina Pejabat. Virus pecah di negara itu. Dia mengatakan: “Ini harus dipertimbangkan untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia benar-benar serius dalam mengimplementasikan peraturan dan mengatasi wabah korona.” Selain itu, individu-individu yang bernilai tinggi juga meminta mereka yang memberikan informasi palsu ke Kantor Polisi Kabupaten Sulawesi Tenggara. (Sultra) Situasi ini juga harus diselidiki sepenuhnya. Sebagai referensi, kasus dimulai dengan rekaman video yang kemudian direkam oleh penduduk lokal Sulawesi ketika pekerja asing tiba di daerah tersebut dari Tiongkok.

Para penduduk kemudian diperiksa di Kantor Polisi Kabupaten Sulawesi Tenggara karena mereka diyakini menyebarkan penipuan dan karena TKA diberitahu untuk mengeluarkan visa hanya di Jakarta.

Namun, informasi yang diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi (Kemenakertrans) menyatakan bahwa pekerja asing bukan dari Jakarta, tetapi pekerja Cina yang baru saja memperoleh visa kunjungan dari luar Indonesia. Karena itu, sesuai informasi dalam video viral, TKA ilegal memasuki wilayah Indonesia.

“Kepala kepolisian wilayah Sulawesi Tenggara meminta maaf. Jelas, karena memang informasi Kapolda telah diperbaiki oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dan warga yang difoto juga harus dikirim ke wilayah tersebut. Bagaimana dengan kepala polisi yang memberikan informasi palsu? “Katanya .

HNW memuji keseriusan para anggota parlemen lokal di Dewan Daerah Sulawesi Tenggara yang menuntut deportasi segera TKA. Namun, situasi ini seharusnya tidak berhenti di situ, dan investigasi penuh diperlukan untuk menjadikannya hal biasa.

“Jika Anda benar-benar ingin mengatasi mahkota, maka Anda harus benar-benar mematuhi aturan, bukan untuk kepentingan investasi, keselamatan dan keamanan rakyat dan negara. Corona telah diabaikan. Jangan gegabah!” Pungkas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288