Meningkatkan pengetahuan kewarganegaraan, ratusan siswa SMAN 1 Bell Tower mengunjungi MPR

Home / MPR RI / Meningkatkan pengetahuan kewarganegaraan, ratusan siswa SMAN 1 Bell Tower mengunjungi MPR

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jonggol SMA Negeri 1 Jonggol, Jawa Barat, sekitar 456 siswa dan 16 tutor mengunjungi Konferensi Konsultasi Rakyat (MPR) pada Kamis (3/5/2020). Siti Fauziah, kepala Kantor Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Republik Indonesia, menerima delegasi langsung di ruang konferensi gedung Nusantara V di Senayan Jakarta, gedung MPR.

“Kunjungan ini adalah kunjungan kedua ke gedung MPR. Meskipun. Kami, terutama para siswa, sangat senang mengunjungi MPR. Bahkan, hujan tidak berhenti sejak saat itu. Setelah fajar kami berangkat dari Zhongguo dan Tanpa dia, karena di tempat ini, siswa memiliki kesempatan untuk secara jelas dan jelas melihat pusat sistem konstitusi Indonesia, di mana perwakilan rakyat berkumpul untuk mempromosikan kesejahteraan rakyat. Mengenai kewarganegaraan siswa, mengenai tanggung jawab lembaga-lembaga nasional, khususnya MPR dan Izin untuk menarik wawasan ini langsung dari sumber MPR.

“Kami berharap bahwa kunjungan ini akan memungkinkan siswa untuk lebih memahami kursus manajemen publik terkait kebangsaan di Pancasila. Dengan kata lain, siswa kami diperkenalkan ke dunia nyata di mana orang-orang hebat bertemu. Dia berharap bahwa mereka akan mendorong mereka untuk bercita-cita menjadi wakil rakyat.

Siti Fauziah (Siti Fauziah) di depan para siswa, ditemani oleh guru-guru mereka menyambut mereka. Selamat datang di gedung Nusantara V gedung MPR, yang merupakan rumah bagi rakyat Indonesia. Ini rumah Anda, jangan ragu. Terutama generasi muda di negara Anda. Siapa tahu, di masa depan akan ada beberapa orang yang duduk di sini sebagai anggota MPR dan menjadi pemimpin MPR, “katanya, disambut oleh semua paduan suara mahasiswa” aammiiin “. Kelompok Siti Fauziah, atau yang biasa dikenal dengan kelompok” Siti Fauziah “. Ini dia. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Titi juga memperkenalkan materi yang berkaitan dengan empat pilar MPR yaitu konstitusi, parlemen dan sosialisasi. Dia mengatakan bahwa UUD 1945 atau Konstitusi NRI adalah sumber dari undang-undang tertinggi di Indonesia. Yang saya mengerti adalah konstitusi. Sebelum melakukan perubahan editorial, disebutkan bahwa Konstitusi adalah UUD 1945. Setelah amandemen, itu menjadi UUD 1945 Republik Indonesia (UUD 1945). Dia berkata: “Ini adalah pengetahuan dasar yang siswa perlu ketahui.”

UUD 1945 Republik Indonesia adalah Titi Kelanjutan ini adalah salah satu dari empat pilar Indonesia. Selain berbagai elemen yang disosialisasikan oleh MPR di Pancasila, NKRI dan Unity in Diversity, MPR juga memiliki beragam metode penyampaian, salah satunya adalah metode uji empat pilar MPR untuk siswa sekolah menengah. Di tengah pidato adalah keunikan keterampilan pameran Ibu Titi.Tujuan utama adalah untuk menghilangkan kebosanan pembicara.Pertama, melalui provokasi atau melalui kuis yang menarik untuk menyampaikan materi secara interaktif untuk menarik perhatian semua siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288