Anggota MPR: Kekerasan terhadap anak-anak adalah lampu merah

Home / MPR RI / Anggota MPR: Kekerasan terhadap anak-anak adalah lampu merah

TRIBUNNEWS.COM-Kekerasan terhadap anak-anak meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.

Mengurangi kekerasan terhadap anak membutuhkan peran semua pihak, tidak hanya orang tua, tetapi juga sekolah, masyarakat, dan pemerintah, terutama lingkungan langsung anak-anak pemerintah.

“Kekerasan terhadap anak-anak telah menjadi lampu merah di negara ini. Kita tidak dapat menyalahkan diri kita sendiri. Kita semua, pemerintah, komunitas, dan komunitas bisnis harus bersatu untuk mengatasi masalah kekerasan.” Melawan anak-anak “, MPR PAN Anggota Yandri Susanto berbicara tentang “kekerasan kejam di antara anak-anak, ancaman terhadap generasi anak-anak berikutnya di media MPR / DPR. negara? “Empat pilar diskusi. Jumat, Jakarta, Gedung Parlemen Senayan Pusat Gedung Nusantara III (13/3/2020) – Diskusi mengenai koordinasi dan kerjasama antara jurnalis parlemen dan MPR RI Biro Humas, juga memperkenalkan Golkar Ketua MPD, Dyah Roro Esti, juru bicara khusus dan perwakilan Susanto dari Komisi Kesejahteraan Anak Indonesia (KPAI) Yandri meyakini bahwa tidak ada batasan serius bagi para pihak dalam menangani kekerasan terhadap anak.

“Dia masih kurang perhatian dan kekerasan terhadap anak-anak adalah masalah umum. Meskipun kekerasan terhadap anak seperti tembakan peluru. Mengerikan jika tak terkalahkan. , Apa yang akan terjadi di negara ini? Ketua Komite Kedelapan Republik Demokratik Rakyat menjelaskan apa yang akan terjadi di negara ini jika ada banyak korban narkoba, kekerasan seksual, pekerja seks, dll. Untuk alasan ini, masalah kekerasan terhadap anak-anak bukanlah kesalahan pemerintah atau kesalahan Partai Demokrat. Sebagai Ketua Komite Kedelapan, saya berjanji bahwa selama tujuan tercapai, kita akan memenuhi anggaran yang kita butuhkan. Dia menekankan bahwa komitmen DPR seharusnya tidak dipertanyakan dalam hal peraturan dan anggaran.

Jika anggaran terbatas, Yandri merekomendasikan untuk melibatkan sektor swasta atau komunitas bisnis dalam rencana mengurangi kekerasan terhadap anak. Dana dapat digunakan untuk program anak-anak.

“Anak-anak adalah masa depan negara. Saya berharap bahwa pemerintah, komunitas, perusahaan dan kita semua akan bersatu bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288