Bamsuet: Semua pihak harus bersatu untuk menghadapi pandemi korona dan resesi ekonomi

Home / MPR RI / Bamsuet: Semua pihak harus bersatu untuk menghadapi pandemi korona dan resesi ekonomi

Bambang Soesatyo, Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR di Jakarta, mengingatkan semua pihak bahwa pandemi korona hanyalah awal dari krisis. Sebab, saat itu, pihaknya akan terus mengiringi resesi ekonomi. Kedua jenis bencana ini tidak terhindarkan dan harus dihadapi dengan tak terhindarkan.

“Ketika bencana kemanusiaan yang disebabkan oleh pandemi virus korona global belum berakhir, Indonesia dan komunitas internasional sekarang menghadapi resesi ekonomi. Jumat lalu (27/3), Dana Moneter Internasional mengkonfirmasi ekonomi dunia” Bamsoet Dikatakan di Jakarta, Rabu (20/4/20): “India telah memasuki masa resesi. Di Indonesia, hampir semua negara menutup kegiatan ekonomi.”

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia menambahkan Menteri Keuangan Sri Mu Sri Mulyani juga menyatakan pada rapat kerja Komite Sesi ke-11, Senin (XI / 4) bahwa situasi terburuk dalam perekonomian nasional adalah akibat wabah korona. Hanya peningkatan 2,3% dari perkiraan 5% pada awal 2020. Investasi dan ekspor menunjukkan pertumbuhan negatif.

“Jika sampai sekarang, hanya pemerintah yang menyatakan keprihatinan tentang resesi ekonomi, semua orang harus berhati-hati sekarang. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang dapat meminimalkan kelebihan resesi.”, Tandas Bamsoet.

Oleh karena itu, Ketua MPR Indonesia mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta untuk bekerja sama untuk memperhatikan resesi ekonomi. Ketika kita terus fokus pada penanganan dampak wabah virus korona, kita harus mulai memperhatikan satu sama lain dan menanggapi resesi ekonomi.

“Jika semua aspek masyarakat Indonesia menawarkan niat baik kepada Indonesia, bencana berkelanjutan ini akan diatasi. Kecenderungan ini dipertahankan.” Karena kecenderungannya adalah memungkinkan negara ini untuk mengatasi yang disebabkan oleh wabah virus korona dan resesi ekonomi. Kata-kata kunci untuk serangkaian pertanyaan, “kata Bamsoet. -Mantan Presiden Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia percaya bahwa pemerintah telah merespons sangat kuat terhadap resesi ekonomi. Pemerintah berencana untuk menerbitkan obligasi khusus, yang hasilnya akan didistribusikan untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bertahan dan menciptakan Peluang kerja. Jumlah UMKM mencapai 62,9 juta unit bisnis, mampu menyerap lebih dari 100 juta pekerja.

“Selain itu, Presiden Joko Wiodo berjanji untuk mengimplementasikan rencana intensif tunai untuk menyediakan Pekerja sementara yang kehilangan penghasilan karena pandemi memberikan penghasilan sementara. 19. Akan ada berbagai program padat karya, termasuk “masker wajah, produksi disinfektan, dan berbagai kebutuhan dalam menanggapi epidemi Covid-19,” jelas Bamsoet.

Mengambil inisiatif untuk mengambil tindakan, sektor swasta juga diharapkan kreatif dan berani mengambil inisiatif. Kadin dan semua asosiasi profesional harus segera mengembangkan rekomendasi strategis untuk penurunan ekonomi di bidang kegiatan mereka.

“Meskipun pemerintah masih khawatir tentang pekerjaan wabah korona, Kart dan semua asosiasi profesional berharap untuk setidaknya secara aktif berkomunikasi dengan pemerintah. Pemerintah. Misalnya, pemerintah tentu ingin mengetahui pemilik hotel dan atraksi yang harus dipulihkan. Pikiran manajer. “Industri pariwisata membutuhkan kohesi semua aspek masyarakat Indonesia untuk mengatasi epidemi ini. Bamsoet menyimpulkan: “Corona dan resesi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288