Syarief Hasan: Prioritaskan UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional

Home / MPR RI / Syarief Hasan: Prioritaskan UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional

Wakil Ketua TRIBUNNEWS.COM-MPR Syariefuddin Hasan mendesak pemerintah untuk mempercepat implementasi pemulihan ekonomi UMKM sesuai dengan Perppu No. 1 tahun 2020. Karena, UKM adalah tulang punggung dan penyangga utama perekonomian Indonesia. UMKM menyumbang 60% dari PDB dan menyerap hingga 97% dari angkatan kerja untuk mengurangi peningkatan tajam dalam pengangguran dan kemiskinan saat ini. Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengatakan bahwa restrukturisasi permintaan kredit dari bank dan lembaga non-bank masih sangat sulit, “kata Syarief Hasan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, 2 Februari 2020.-Pemerintah mengeluarkan Perppu No 2020 1 Pada tanggal 1 Januari, pengeluaran dan dana untuk pengelolaan Covid-19 dari anggaran nasional 2020 meningkat sebesar 405,1 triliun rupee, dimana 70,1 triliun rupee digunakan untuk insentif pajak dan stimulus KUR, dan 150 triliun rupee digunakan untuk membiayai ekonomi nasional Rencana stimulus termasuk restrukturisasi kredit dan jaminan, serta menyediakan pembiayaan untuk UMKM dan perusahaan lain untuk memungkinkan mereka melakukan pemulihan ekonomi.Selain melonggarkan kebijakan restrukturisasi kredit untuk pelanggan UMKM, Syarief Hasan juga menyebutkan kebijakan pemerintah menunda pembayaran Itu selalu membingungkan di masyarakat. “Pemberi pinjaman dan sewa bank terus membebankan biaya selama periode yang sulit ini. UMKM. ——————————————————————————————————————————————— semuanya semuanya menunjukkan ketidakefektifan pemberian stimulus ekonomi dari tingkat mikro kepada masyarakat. Ini selektif. Misalnya, hanya perusahaan mikro yang dapat merasakan hak untuk menghapuskan tagihan listrik, tetapi UKM tidak dapat menyadarinya. Meskipun perusahaan kecil dan menengah juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

Syarief Hasan juga menyesal Ya, jumlah besar dana yang dialokasikan untuk badan usaha milik negara diperkirakan mencapai 15,15 triliun rupee. Angka ini jauh lebih tinggi daripada dana yang disediakan untuk UKM. Belum lagi, data terbaru menunjukkan bahwa defisit anggaran nasional akan meningkat dari 5,07% menjadi 6,27% pada 2020. Sekitar Rs 1.028 triliun. Dia mengatakan: “Pemerintah harus terus memberikan prioritas pada pendanaan agar tidak menyebabkan defisit anggaran pemerintah yang berlebihan, dan akhirnya total defisit bahkan akan meningkat. -Syarief mengenang bahwa dana yang digunakan untuk perusahaan publik sebenarnya digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional dan bukan untuk tujuan lain, seperti rencana bantuan untuk pembayaran kembali utang, yang akan berakhir pada tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288