Bamsoet: Sektor ekonomi dan kesehatan harus dipertimbangkan dalam gaya hidup baru

Home / MPR RI / Bamsoet: Sektor ekonomi dan kesehatan harus dipertimbangkan dalam gaya hidup baru

Jakarta-Ketua MPR TRIBUNNEWS.COM mengatakan bahwa Indonesia belum memilih untuk memprioritaskan sektor ekonomi atau kesehatan ketika menerapkan gaya hidup normal baru atau baru. Selama pandemi Covid-19, sektor ekonomi dan kesehatan harus tetap menjadi fokus utama perhatian karena keduanya saling bergantung. Ini berarti bahwa Indonesia mengorbankan faktor kesehatan yang masih ditutupi oleh pandemi Covid-19. Bamsoet mengatakan dalam pertemuan virtual hal-hal dengan administrator dan administrator Perserikatan Bangsa-Bangsa: “Perjanjian kebersihan harus diikuti sehingga upaya untuk merangsang ekonomi tidak akan memperburuk penyebaran Covid-19. Pekerjaan Mandiri di Indonesia Tengah (SOKSI) Di seluruh Indonesia, Kantor Presiden Konferensi Konsultasi Rakyat Indonesia akan diadakan di Jakarta pada hari Senin 20/8/20. Kita tidak bisa menunggu, “lanjut Bamsoet. Krisis 19 berlanjut hingga vaksin ditemukan. Kita harus memahami setidaknya empat tahap dari suatu negara yang menghadapi pandemi atau pandemi. Pada tahap pertama, krisis kesehatan saat ini juga melanda dunia, termasuk Indonesia – tahap kedua adalah krisis ekonomi. Beberapa negara sudah memasuki tahap ini. Tahap ketiga adalah krisis sosial. Dia mengatakan: “Amerika Serikat tampaknya telah memasuki tahap ketiga, yang dipicu oleh pembunuhan polisi warga negara kulit hitam Amerika yang telah memenangkan perlombaan dan kerusuhan di hampir semua negara bagian AS. Langkah berikutnya atau keempat adalah politik Krisis, “Bamsoet.

Presiden PLT SOKSI Bobby Suhardiman, Presiden Fatahilah Ramli, Wakil Ketua SOKSI Ahmadi Noor Supit, dan pejabat SOKSI termasuk Fredy Latumahinainaina juga menghadiri pertemuan tersebut. Dan Bomer Pasaribu. Sebenarnya berpartisipasi dalam manajemen dewan direksi SOKSI regional di berbagai daerah, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. , Yogyakarta dan Kalimantan Timur.

Sebagai wakil ketua SOKSI, Bamsoet mengungkapkan bahwa SOKSI menunda pelaksanaan Kongres Nasional yang semula dijadwalkan pada 20 Mei 2020, sebagai bentuk dukungan pencegahan. Penyebaran Covid-19. Tidak mungkin mengadakan konferensi nasional seperti biasa, dan SOKSI akan membuat terobosan dalam proses pengembangan konferensi nasional. Mengikuti. Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi pekerjaan politik kami yang berkelanjutan, “jelas Bamsoet.

Pekerja, SOKSI akan menjadi kampanye kesadaran kolektif sehingga pekerja yang kembali bekerja dapat memakai topeng dan Pertahankan disiplin Anda sendiri. —— Manajer gedung perkantoran, pabrik, dan perusahaan lain juga harus siap untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja, dan sesuaikan penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan oleh Satuan Tugas Akord Perjanjian kebersihan diterapkan. Dengan membersihkannya secara teratur dengan deterjen dan desinfektan, seluruh area kerja bersih. Jangan membuat pekerja terkena tindakan disipliner, dan jangan berikan tindakan disipliner terhadap kantor atau tempat usaha, “kata Bamsoet. .

Direktur Badan Pertahanan Nasional FKPPI juga mengingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperingatkan bahwa perang melawan virus Covid 19 akan berlanjut untuk jangka waktu yang lama, setidaknya untuk dua tahun ke depan. Kasus terburuk adalah Covid-19. Virus itu tidak akan pernah hilang dari permukaan bumi.

“Manusia seharusnya tidak hanya berpartisipasi dalam pandemi Covid-19. Kita perlu mengubah perilaku atau gaya kita, jadi saya lebih suka menyebut cara hidup yang baru daripada menggunakan kata “normal”. Dari gaya hidup sehat ke gaya hidup yang lebih digital di tempat kerja, “kata Bamsoet.Di masa depan, Bansoet menambahkan bahwa gerakan komunitas di masa depan akan dibatasi. Demikian pula, hubungan antar negara akan lebih fokus pada permintaan domestik. Kerjasama dan kemitraan antar negara akan semakin diperbaiki.

“Ekonom memperkirakan bahwa setengah dari pekerjaan dunia akan hilang dan tidak akan kembali. Industri akan sepenuhnya berubah di masa depan. Kita akan menjadi lebih individualistis dan memasuki era teknologi, digitalisasi dan robot,” Kata Bam Suyet.

Namun, pembicara dari mantan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia optimis tentang hal ini. Jika semua anggota pemerintah, parlemen, rakyat dan bangsa-bangsa menyadari dan memahami mengapa negara ini berperang, Indonesia tidak akan runtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288