Bamsoet mengingatkan, generasi muda harus senantiasa berpedoman pada Pancasila sebagai falsafah bangsa

Home / MPR RI / Bamsoet mengingatkan, generasi muda harus senantiasa berpedoman pada Pancasila sebagai falsafah bangsa

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menegaskan perjalanan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya penuh semangat dan optimisme, tetapi juga penuh dengan berbagai realitas yang menantang. Oleh karena itu, sekarang kita harus bersiap untuk merebut medali emas di Indonesia pada tahun 2045. Kunci utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendidikan harus dipahami sebagai proses tumbuh kembang bangsa Indonesia yang berkesinambungan dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan. Yang terpenting memiliki kepribadian dan jiwa bangsa Indonesia. Pancasila: Melalui Pancasila ( Pancasila) pendidikan, kita dapat memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, menanamkan perasaan dan perilaku cinta tanah air, memperluas wawasan kebangsaan dan memperkuat integrasi bangsa, seperti gotong royong, agama, ras, kelompok, dan kerukunan di dalam negara lain (Bamsoet) Demikian disampaikan dalam webinar pelatihan kehidupan nasional dan nasional yang diselenggarakan oleh pihak sekolah Profesor Noer Azam Achsani, Dekan Sekolah Bisnis IPB dan pembicara Asep Taryana dan Samsudin.

Mantan presiden DPR RI itu mengenang pemuda yang dihadapi Tantangan dunia masa depan Dunia yang dihadapi suatu generasi akan sangat berbeda dengan dunia yang mereka hadapi saat ini. Persaingan global tidak hanya semakin berat, tetapi juga semakin sulit.

Bappenas memperkirakan pada tahun 2045, populasi dunia akan berubah dari Saat ini 7,594 miliar telah meningkat menjadi 9,45 miliar.Penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318 juta, menjadikannya yang terbesar kelima di dunia setelah India (1.674 miliar), China (1.375 miliar), Amerika Serikat (381 juta) dan Nigeria (362 juta) Negara berpenduduk. Data demografi Indonesia antara 2030-2040, dan penduduk kelompok usia produktif antara 15-64 sekitar 190 juta, saat ini bersekolah di SD, SMP, SMA / sederajat, dan saat ini di Mahasiswa di berbagai universitas Tinggi adalah bagian dari bonus demografis. “Jika Anda tidak benar-benar belajar, Anda tidak hanya akan merugikan Anda dan keluarga Anda, tetapi juga bagi negara dan negara. Kata Bamsoet.

FKPPI, Kepala Kementerian Pertahanan, juga mencontohkan kualitasnya yang rendah.Pendidikan Indonesia. Diantaranya PISA (International Student Assessment Program) Indonesia menempati urutan ke-65 dari 77 negara (2015) Turun ke peringkat 72 (2018) yang menandai perkembangannya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca, matematika, dan sains anak-anak Indonesia semakin menurun.

“Komitmen Bank Dunia Pendidikan Indonesia Tahun 2019” Menurut laporan tersebut, pendidikan di Indonesia menghadapi masalah yang serius, sepertiga anak Indonesia di Indonesia menghadapi masalah yang serius. “Pada usia 10 tahun, belajar kemiskinan menjadi kondisi anak tidak dapat membaca dan memahami cerita sederhana. Kemiskinan belajar berkaitan dengan pendapatan suatu negara. Semakin tinggi pendapatan suatu negara, semakin rendah tingkat kemiskinan belajar, ”Bamsoet .

Wapres Pemuda Pancasila menambahkan, guna membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di luar jalur pendidikan. MPR RI juga telah membenahi empat pilar MPR untuk mewujudkan pembangunan karakter bangsa yang konsisten. -Intinya, pembangunan jati diri dan jati diri bangsa Indonesia -Empat pilar MPR adalah Pancasila sebagai basis statistik e, kesatuan bangsa Landasan Ideologi, Filsafat, Etika dan Alat Moral, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan ketatanegaraan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai kesepakatan yang harus dijunjung tinggi, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kesatuan keragaman etnis .– – “Pengetahuan tidak terbatas pada bidang akademik, tetapi juga termasuk dalam moralitas dan etika. Kita harus memiliki keduanya agar kita bisa memimpin negara kita menuju peradaban dan kemajuan. Oleh karena itu, generasi muda harus senantiasa berpedoman pada Pancasila sebagai falsafah negara dan persatuan bangsa dan negara, karena Pancasila merupakan landasan untuk mewujudkan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa, ”tutup Bamsoet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288