Untuk memperdalam pengetahuan tentang institusi publik, puluhan mahasiswa FISIP dari Universitas Islam Jember mengunjungi MPR RI

Home / MPR RI / Untuk memperdalam pengetahuan tentang institusi publik, puluhan mahasiswa FISIP dari Universitas Islam Jember mengunjungi MPR RI

TRIBUNNEWS.COM-Kamis, 27 Februari 2020, sekitar 35 mahasiswa dan 4 mentor dari Universitas Islam FISIP di Jember, Jawa Timur mengunjungi Konferensi Konsultasi Rakyat (MPR). Plt menerima delegasi secara langsung. Budi Muliawan, kepala hubungan pers di Kantor Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal MPR, berada di ruang pertemuan GBHN di gedung Nusantara V Capitol.

Ketua kelompok Abdul Latif sangat berterima kasih atas sambutan dari MPR. “Maaf, kedatangan kami mengganggu aktivitas Anda di MPR. Terus terang, ini adalah kesempatan terbaik bagi kami untuk datang ke MPR untuk menyaksikan gedung-gedung yang megah dan bangunan yang vital bagi negara dan Indonesia”, katanya .— Tujuan utama kedatangan kelompok, lanjut Abdullah, adalah untuk memperdalam pemahaman siswa tentang tugas dan wewenang lembaga-lembaga nasional, terutama lembaga MPR, dengan secara langsung memahami gagasan ini. Diperoleh dari MPR.

“Harapan kami adalah bahwa melalui kunjungan ini, siswa dapat lebih memahami pengetahuan ilmiah yang diberikan oleh universitas. Dan, setelah acara ini, bahkan dapat menghasilkan ide-ide bagus,” katanya. Siswa dan guru yang menyertai mereka menyambut mereka. Dia berkata: “Selamat datang di daerah perumahan orang Indonesia di gedung MPH / DPR / DPD RI, yang tepatnya terletak di gedung Nusantara V ruang GBHN.”

Alumni dari Universitas Law School Bravajaya mengungkapkan bahwa sebagai tempat tinggal masyarakat, MPR menyambut kunjungan publik. “Saya harap saudara-saudari yang lebih muda tidak akan malu dan gugup, karena MPR ini adalah rumah kita. Dia menambahkan, katakan saja apa yang ingin Anda katakan atau tanyakan tentang MPR ini.

Setelah dengan hangat menyambut delegasi, Budi Muliawan juga memperkenalkan peralatan tersebut. Dia mengatakan bahwa di dalam parlemen, ada tiga lembaga publik, MPR dengan 711 anggota, termasuk 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD.

“Fungsi dan kekuasaan MPR Penunjukan Presiden dan Presiden. “Wakil presiden yang terpilih sebagai hasil pemilihan, mengubah dan menetapkan konstitusi sesuai dengan ketentuan konstitusi, membubarkan presiden dan / atau wakil presiden,” tambahnya. Menurut otoritas Budi Muliawan, ini sangat penting dan sangat istimewa, yaitu kekuatan untuk mengubah dan menentukan konstitusi. Alasan mengapa begitu istimewa adalah bahwa konstitusi atau konstitusi adalah untuk membimbing semua orang Indonesia untuk mengambil tindakan dan Sumber tertinggi hukum perilaku Indonesia.

Hal lain yang disampaikan terkait dengan sosialisasi keempat pilar MPR, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Republik Indonesia dan Kesatuan Keanekaragaman Ika MPR melalui berbagai metode yang tepat dan mudah diterima Unsur-unsur masyarakat yang disosialisasikan dilaksanakan.

Ada momen unik di tengah demonstrasi materi. Pertama, ketika membahas empat pilar Konferensi Konsultasi Rakyat, sebagian besar siswa segera berpartisipasi dalam penyebutan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar. Budi Muliawan (Budi Muliawan), sebagai peserta pameran utama peralatan ini, mengapresiasi hal ini.

“Wow, ini luar biasa. Anda sudah tahu empat pilar, yang berarti bahwa nasionalisme Anda tidak perlu dipertanyakan,” katanya, dan dipuji oleh semua siswa. Kedua, waktu sesi tanya jawab. Salah seorang siswa, Rahmat Ilham Kusuma Darmo, sangat tertarik dan ingin tahu tentang sosialisasi empat pilar MPR, MPR RI mensosialisasikan empat pilar MPR. Rahmat meminta pembicara menjelaskan tujuan mensosialisasikan keempat pilar MPR.

Pembicara langsung menjawab pertanyaan Rachmat bahwa tujuan dari empat pilar sosialisasi biasanya untuk menginternalisasi pemahaman bangsawan negara, dan untuk menghargai dan mempraktikkan nilai-nilai di seluruh negeri. Berbagai kelas masyarakat Indonesia.

“Internalisasi ini sangat penting bagi rakyat Indonesia. Karena tanpa internalisasi, nilai luhur negara dapat digantikan oleh nilai eksternal, dan nilai eksternal tidak setelah semua, orang Indonesia sudah memiliki empat pilar itu sendiri. Nilai telah dipahami dan bahkan direalisasikan, seperti kerja sama timbal balikDalam layanan komunitas keluarga, boleh saya bertanya apakah ada teman yang sakit dan yang lainnya. Faktanya adalah bahwa nilai-nilai ini adalah ciri khas masyarakat Indonesia sendiri dan mereka diingat melalui sosialisasi empat pilar MPR ”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288