Terapkan konsensus keempat negara untuk memenuhi tantangan hari ini dan esok

Home / MPR RI / Terapkan konsensus keempat negara untuk memenuhi tantangan hari ini dan esok

TRIBUNNEWS.COM-Nilai-nilai yang dianut oleh empat negara antara lain Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Tauhid Indonesia (NKRI) harus menjadi pedoman untuk menghadapi tantangan saat ini dan menantang negara di masa depan.

Menegaskan bahwa keempat peran tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam kegiatan sosialisasi empat pilar Wakil Presiden MPR RI di Yogyakarta dan Kendal, dan musyawarah nasional Lestari hadir di hadapan anggota RI Subardi Kata online: “Pemahaman kita tentang konsensus empat negara ini semoga bisa menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.” DPRD DIY, Anggota Jogja Laskar, Natas Nitis Nets Anggota yayasan dan pimpinan DPW Partai NasDem Yogyakarta di Taman Wisata Candi Prambanan Yogyakarta. -Sesuai dengan panggilan Lestari, Rerie, tantangan yang dihadapi bangsa dan negara saat ini datang dari dalam dan luar negeri. Antara lain berupa lenyapnya nasionalisme, pemahaman yang lebih dalam tentang Pancasra dan agama, serta ancaman krisis ekonomi. -Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa masuknya ideologi asing telah mengikis nilai-nilai kebangsaan anak-anak bangsa. Menurunnya intoleransi dan kesadaran berbangsa, serta status bangsa, juga merupakan tantangan besar yang harus diatasi.

Seorang anggota Partai NasDem mengatakan: “ Dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa terdapat nilai-nilai yang mengandung visi dan karakter bangsa. Negara tidak memiliki arah yang jelas untuk pengembangan dan pengelolaan Indonesia sebagai negara berdaulat.

Larry percaya bahwa dengan menantang negara dan bentuk ancaman terhadap negara, seseorang dapat mengatasi simbol dukungan persatuan, kesatuan, dan nasionalisme yang tinggi dengan memperdalam pemahaman tentang visi dan karakter.

Larry merasa Yogyakarta bergabung dengan bangsa tauhid Indonesia pada tanggal 5 September 1945. Itu adalah praktek nilai-nilai persatuan dan komitmen teguh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NKRI sekokoh batu karang. Sri Lanka dan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 Kesepakatan yang dicapai pada masa perang itu dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh kaum muda jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Kesepakatan itu digabung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII. Kerajaan itu masuk ke Republik Indonesia dan “Lyria pun tamat. Menurut Leiria, Ngayogyakarta Hadiningrat (Ngayogyakarta Hadiningrat) telah diakui sebagai kedaulatan nasional oleh Hindia Belanda di bawah “Perjanjian Raksasa”. Namun para pemimpin Ngayogatar saat itu cenderung bersatu untuk mencapai NKRI.

Saat para pekerja sosial di jalanan Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah bersosialisasi, Rerie mengajak para pekerja sosial Menyampaikan konsensus nasional tentang nilai-nilai kebangsaan yang terdapat di keempat negara tersebut dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

TKSK, Rerie mengatakan dengan memberikan pemahaman dapat membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19. Ia mengatakan: “Mengajak masyarakat untuk melakukan tes terkait Covid-19 merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat dari paparan virus corona. Rairi menuturkan, membantu langkah preventif pengendalian Covid-19 sama saja dengan mewujudkan nilai-nilai yang dianut oleh keempat negara tersebut, yang meliputi nilai-nilai persatuan dan gotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288