Bamsoet mengajak Millineal Santri menguasai teknologi informasi

Home / MPR RI / Bamsoet mengajak Millineal Santri menguasai teknologi informasi

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, juru bicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mendorong generasi milenial Santri untuk mematahkan stigma. Kita tidak hanya harus belajar dengan giat untuk mempersiapkan masa depan, tetapi juga belajar dengan giat untuk mengambil alih dunia demi mencapai kemajuan bangsa dan negara dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

“Persiapan akhirat harus dimulai dari menaklukkan dunia. Di pesantren, selain mempelajari berbagai kitab kuning, santri juga harus mengikuti wirausaha dan berbagai bidang pembinaan. Ini bisa menjadi pilihan. Bamsoet mengatakan: “Dalam skala global, pendidikan teknologi informasi harus menjadi faktor yang dapat mengubah wajah dunia. Misalnya pengembang perangkat lunak, analis sistem komputer, web yang digunakan oleh pengembang, analis keamanan informasi, arsitektur jaringan komputer. Selasa (20/08/04) pengurus Santri Millennium Center (SIMAC) diterima di sanggar Ketua MPR RI di Jakarta. Gus Rahman, Risti Yuni, Jhon Daniel, Omar Ara, Agha Agus Fuad dan Dini. – Mantan juru bicara MPR menjelaskan. Di sebelah kanan, Presiden Joko Widodo mencontohkan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya 9 juta anak adalah anak-anak. Negara dengan digital skill. Bukan tidak mungkin didapat dari lulusan pesantren.

Hingga akhir 2019, data Kementerian Agama mencatat jumlah Santri sebanyak 28.194 orang, di antaranya Ada 5 juta mukim santri. Jika ditambah perjalanan pulang pergi santri seperti pesantren, taman pendidikan, dan pesantren, jumlah santri bisa mencapai 18 juta. Menurut SIMAC, 4 juta di antaranya adalah generasi milenial. “Negara sudah mengakui Pesantren merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, negara juga bertanggung jawab untuk memberikan dukungan, salah satunya adalah pendanaan. Indonesia akan memiliki dana abadi. Dana pendidikan, pembayaran ini masih menunggu penyelesaian dari presiden “, jelas Bamsoet. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah membuka wawasan bangsa-bangsa di dunia bahwa kedaulatan ekonomi yang bertumpu pada produktivitas nasional sudah tidak bisa ditawar lagi. Kompromi terutama di bidang pangan yang menunjang kehidupan masyarakat.Kuncinya adalah mengembangkan ekonomi pedesaan dan menjadikannya sebagai penyedia kebutuhan pangan dan sumber daya manusia .

“ Jauh sebelum pandemi, Santer Li adalah Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin yang mengusulkan ide tersebut. Jadikan desa tulang punggung perekonomian nasional. Diantaranya Desa Wisata Pertanian (DEWA), Desa Wisata Industri (DEWI) dan Desa Digital (DEDI). Bansu Te menyimpulkan: “Berperan penting dalam mempromosikan konsep ini, sehingga setiap desa dapat memiliki mahasiswa seperti punggawanya dan memaksimalkan potensinya untuk kemandirian ekonomi. “

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288