Bamsoet: Kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Kuba harus diperkuat untuk melawan Covid-19

Home / MPR RI / Bamsoet: Kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Kuba harus diperkuat untuk melawan Covid-19

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, menilai Indonesia perlu memperkuat kerja sama dengan sektor kesehatan dalam menyikapi pandemi Covid-19. Sebagai salah satu negara dengan sistem perawatan kesehatan terbaik di dunia, Kuba telah berhasil mengembangkan peningkat kekebalan interferon α2B rekombinan (IFNrec). Fakta membuktikan bahwa IFNrec dapat meningkatkan kekebalan manusia, sehingga menghambat penyebaran Covid-19 dan berbagai penyakit lain, seperti kanker, infeksi terkait HIV, tumor, kondiloma acuminata, serta hepatitis B dan C.

Tantangan terbesar pandemi Covid-19 adalah bersaing memperebutkan vaksin Covid-19. Vaksin ini sedang dikembangkan di berbagai negara. Meski belum pasti apakah vaksin tersebut akan tersedia pada tahun 2021 (meski sudah ada di pasaran), hal ini belum tentu Artinya Indonesia akan mendukung untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan berbagai penyakit lainnya, “kata Bamsoet saat bertemu dengan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Ibu Tania Velazquez Lopez dari Kantor Presiden Republik Rakyat Indonesia. Pertemuan konsultatif, Jakarta, Senin ( 15/6/20) .

Konsul Jenderal Indonesia di Houston, dia juga Duta Besar Jamaika untuk Jamaika, Duta Besar Persemakmuran Bahama dan Republik Dominika untuk Kuba, dan Ibu Nana Yuliana (Nana Yuliana) dari Haiti .– – Mantan Presiden MPR ini menjelaskan bahwa sejak 2017, Indonesia dan Kuba telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama kesehatan sektoral yang fokus pada kerja sama di lima bidang.Pertama, pengembangan kerja sama kedokteran dan produksi obat-obatan termasuk vaksin. No. Kedua, kesehatan dan gizi ibu dan anak Ketiga, penyakit menular dan tidak menular, antara lain malaria, demam berdarah dengue, kanker, dan diabetes. Keempat, penelitian dan pengembangan bersama di bidang kesehatan, meliputi laboratorium, penelitian biofarmasi, dan biologi. Teknologi dan nanoteknologi. Kelima, pengembangan sumber daya manusia dan transfer pengetahuan, termasuk manajemen layanan kesehatan, pembiayaan dan kebijakan kesehatan. Sektor kesehatan Kuba sangat kuat. Ini luar biasa. Sangat mungkin untuk memiliki layanan kesehatan gratis dan memprioritaskan pencegahan penyakit daripada Sistem asuransi kesehatan universal untuk pengobatan telah mengurangi penderitaan rakyat Kuba dari pandemi Covid-19, ”jelas Bamsoet. Salah satu keuntungan dari sistem perawatan kesehatan yang umumnya didirikan di Kuba adalah telah sepenuhnya mengubah poliklinik dan mengubahnya menjadi komunitas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sejak 2002, 241 poliklinik di Kuba telah mengalami revolusi. – “Tujuannya adalah melengkapi layanan yang sebelumnya tidak hanya tersedia di rumah sakit. Saat ini, klinik umum umum di Kuba menyediakan 22 layanan, termasuk rehabilitasi, X-ray, ultrasound, optometri, endoskopi, trombolisis, layanan darurat, trauma, dan klinis Laboratorium Bamsoet mengatakan: “Keluarga berencana, kedokteran gigi darurat, perawatan ibu, diabetes dan vaksinasi serta perawatan orang tua. —— Wakil Presiden SOKSI meyakini bahwa Indonesia perlu mengikuti jejak Pakistan dengan merevitalisasi berbagai Puskesmas. Untuk berbagai permasalahan, masalah kesehatan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat tidak lagi menjadi kendala. – “Kuba sedang mengembangkan metode diplomasi baru untuk meningkatkan perannya dalam arena politik internasional. Bukan dengan bantuan senjata atau kekuatan komunitas ekonomi komersial, tetapi dengan bantuan diplomasi kesehatan. Kuba telah mengirimkan beberapa dokter dan profesional kesehatan ke seluruh penjuru dunia. Buruh telah menjadi negara yang kelangsungan hidupnya tidak dapat ditampung di negara kecil. Hal ini terutama terjadi pada kasus pandemi. Kuba kini telah menyapu bersih konferensi Covid-19 di seluruh dunia, dan Kuba telah mengirimkan 1.400 dokter ke sekitar 20 negara. Presiden Indonesia KADIN berharap selain kerjasama di bidang kesehatan, kerjasama ekonomi juga harus menjadi negara Gerakan Non Blok. Indonesia dan Kuba telah menjalin hubungan kerjasama yang baik sejak tahun 1960, karena Indonesia merupakan negara dibawah kepemimpinan Presiden Sukarno. Dan Presiden Fidel Castro memimpin Kuba.

“Nilai perdagangan Indonesia-Kuba pada 2019 adalah US $ 6,7 juta. Indonesia sangat kuat dalam produk minyak sawit dan turunannya. Jika kami tidak dapat menjual ke UE, kami dapat menjual ke Kuba dan negara-negara Amerika Latin lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288