Biarkan pakar pendidikan dan kesehatan menentukan tahun ajaran baru

Home / MPR RI / Biarkan pakar pendidikan dan kesehatan menentukan tahun ajaran baru

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia (Lestari Moerdijat) mengimbau pemerintah mendengarkan berbagai pendapat, seperti pendapat pakar pendidikan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, untuk menentukan yang paling efektif dalam epidemi. Metode belajar-mengajar, sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Dalam keterangannya pada Kamis (28/5), Lestari Moerdijat mengatakan: “Belajarlah dari negara lain untuk mempelajari metode yang paling efektif, termasuk yang sudah ada di sekolah sebelum memasuki tahun ajaran baru. Negara. ”Lestari percaya bahwa selain teknis pelaksanaan di awal tahun ajaran, perlu juga mendengarkan pendapat dari berbagai pakar agar dapat mengambil keputusan yang tepat tentang kegiatan pembelajaran. (PDP) Usia anak mencapai 3.324 tahun. Sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal dunia. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak benar bahwa anak-anak pada kelompok umur tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya menderita penyakit ringan.

Menurut Rerie, data tersebut harus dijadikan salah satu pertimbangan dalam produksi lembaga pendidikan. Seorang anggota partai NasDem mengatakan: “Selama pandemi Covid-19 masih berlanjut, tahun ajaran baru dalam waktu dekat perlu dibuka dengan melonggarkan kebijakan atau melanjutkan dan memperkuat sistem pendidikan jarak jauh.” -Rerie menambahkan bahwa pendidikan memang benar Tidak bisa ditawar, karena melibatkan generasi penerus.

Rerie mengatakan bahwa jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kegiatan pendidikan dan belajar di sekolah, perlu dipertimbangkan bagaimana mengatur jarak tempat duduk di kelas agar sesuai dengan peraturan kebersihan. Cuci tangan di sebanyak mungkin tempat di sekolah, sesuaikan jarak antar kursi di kantin, siapkan masker, dll. -Rerie mengambil sebuah sekolah di korea selatan sebagai contoh, sekolah tersebut merubah tampilan bangku sekolah untuk membagi ruangan.

Rerie mengatakan: “Perlu waktu lama untuk memulai kembali kegiatan sekolah.” Namun, tambahnya, jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan home atau distance learning, pemerintah harus segera mengevaluasi pelaksanaannya dalam beberapa bulan terakhir. Proses pembelajaran jarak jauh-telah dievaluasi di daerah terpencil. Ini termasuk memeriksa ketersediaan infrastruktur, seperti jaringan internet, komputer, dan kemampuan guru mengajar dari jarak jauh.

Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan sistem pengajaran. masa depan. Ia mengatakan: “Harus ada upaya segera dan gencar untuk mencari solusi guna meningkatkan kualitas pengajaran selama wabah Covid-19. Karena kita tidak ingin generasi penerus menjadi korban karena mereka lalai memikirkan dunia pendidikan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288