MPR RI dan UNPAD menjalin kemitraan pendidikan

Home / MPR RI / MPR RI dan UNPAD menjalin kemitraan pendidikan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mengirimkan 14 Pejabat Negara (ASN) ke Sekretariat Jenderal MPR RI untuk menempuh studi PhD di Fakultas Hukum Universitas Pajajagaran. Ia juga mendukung beberapa anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia dan beberapa anggota polisi yang akan mendapatkan pelatihan serupa. – “Tidak ada kesempatan untuk berhenti belajar. Khusus untuk ASN, PNS dan Polri yang sebenarnya bekerja di sektor publik … Perlu terus dikembangkan dan diperkaya ilmu untuk menunjang pekerjaannya,” kata Bamsoet usai penandatanganan. Pada Senin kemarin, kerjasama pendidikan antara Musyawarah Rakyat Indonesia dan Fakultas Hukum Universitas Pajajaran (UNPAD) sebenarnya dilakukan oleh Kantor Presiden MPR RI Jakarta (20/5/20). Hadir pula dalam pertemuan tersebut Direktur United Nations Development Programme antara lain Ida Nurlinda, Vice President of Resources and Finance, An An Chandrawulan, Dekan Fakultas Hukum, Indra Perwira, Ketua Program Juris Doctor, dan Direktur Prita Research, Innovation and Partnership Amalia Law School, PAN Anggota Fraksi MPR RI / Panitia Ketiga DPR RI RI Sarifuddin Suding, Kapolres Riau, Kombes Pol Victor Siagian, Dirut Indramayu Poli AKBP Suhermanto dan Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu hampir saja .– – Anggota DPR RI Hal ini mengingatkan masyarakat bahwa meskipun menghadapi berbagai kesibukan dan urusan sehari-hari lainnya, calon mahasiswa doktoral tetap harus mengikuti program pelatihan doktoral Kantor PBB bidang Narkoba dan Kejahatan. Selain itu, pendidikan bersumber dari penelitian yang memaksa siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Sains itu seperti cahaya, menerangi umat manusia dari kegelapan. Oleh karena itu, untuk menjadi orang yang berilmu haruslah seseorang yang dapat menginspirasi orang lain, “kata Bamsoet. Diharapkan dapat menambah jumlah mahasiswa PhD yang berkualitas di Indonesia. Sejak 2019, jumlah orang Indonesia yang menyelesaikan pendidikan PhD masih kurang dari 100.000. Jika Rata-rata, Indonesia memiliki kurang lebih 143 dokter per 1 juta penduduk, dibandingkan dengan 509 dokter dengan 1 juta penduduk, India dengan 3.420 dokter, Jerman 3.990 dokter, Jepang 6.438 dokter, dan 9.850. Amerika Serikat punya lebih sedikit dokter dan Malaysia jauh … dan polisi juga harus meningkatkan kualitas mahasiswa doktoral melalui publikasi ilmiah di berbagai jurnal internasional. Mengingat publikasi ilmiah di Indonesia masih sedikit, ‚ÄĚkata Bamsoet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288