Syarief Hasan: Demokrat secara sistematis menolak RUU HIP dan akan mundur dari Prolegnas RI 2020 DPR

Home / MPR RI / Syarief Hasan: Demokrat secara sistematis menolak RUU HIP dan akan mundur dari Prolegnas RI 2020 DPR

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Syarief Hasan, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Demokratik Rakyat Indonesia, kembali menegaskan penolakannya terhadap Undang-Undang Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Republik Indonesia (LVRI) dan Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (PPAD) pada Kamis (2 Juli 2020) di Gedung Nusantara V ruang delegasi. Prolegnas DPR RI mengeluarkannya karena bertentangan dengan Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI 1945. UU HIP juga mereduksi sejauh mana Pancasila menjadi landasan dan ideologi negara, ide-ide nasional dan segala sumber, ”kata Syarief Hasan di hadapan LVRI dan PPAD.

Anggota Pansus bukan karena asal hukum Indonesia. Dan UU HIP tidak mencantumkan TAP MPR XXV 1966 sebagai pembukaan. Saya setuju dengan Mayjen TNI (purnawirawan) Saiful Sulun dan Mayjen TNI (purnawirawan) Kiki Syahnarki (dengan Jenderal Terry Sutrisno) (Coba Sutrisno), katanya Menjelaskan kekuatan besar liberalisme dan kapitalisme yang dapat menyerang Pancasila dan mereduksinya dari ideologi nasional menjadi standar hukum normal bagi UUD dan NRI- “Ke depan, jika ada RUU baru, jangan ulangi. Dan terjerumus dua kali, jika RUU itu diajukan, Roper perlu disosialisasikan. Pak Try mengusulkan untuk mengganti UU HIP dengan UU PIP, tapi menurut saya UU HIP harus dihapus dulu dan tidak boleh ada kaitannya dengan UU PIP, karena dengan mengganti judul, masyarakat pasti tidak akan menerimanya, karena Syarief Hasan menyatakan hal tersebut adalah Perasaan, itu hanya akan mengubah kulit. -Jika ada usulan RUU baru harus disebarluaskan terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak ditolak lagi oleh masyarakat. — Ia juga meyakini jika usulan RUU Promosi Teknologi Pancasila bertujuan untuk memajukan Pancasila, maka diharapkan RUU baru. – “Pemerintah, Republik Progresif Demokratik dan seluruh rakyat Indonesia harus berkonsentrasi untuk menyelesaikan pandemi Covid-19, dan tanggal berakhirnya semakin tidak jelas. Putusnya rantai Covid 19 dan penyelesaian masalah membutuhkan upaya bersama. Tidak, pertanyaan baru harus diajukan. Itu untuk memberikan orasi baru tentang perubahan UU HIP menjadi UU PIP, dan pidato ini sejak awal ditolak publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288