Nilai konsensus keempat negara terkait tantangan pandemi

Home / MPR RI / Nilai konsensus keempat negara terkait tantangan pandemi

TRIBUNNEWS.COM-Pemahaman dan penerapan nilai-nilai yang dianut oleh keempat negara, seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat relevan untuk menangani situasi krisis, seperti halnya pandemi saat ini. Lestari Moerdijat, wakil ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengatakan pada upacara pembukaan virtual bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam konsensus empat negara dapat mempersatukan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Influence Lestari yakin bahwa Personality Meeting Purbalingga di Jawa Tengah telah dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus.

— Menurut Lestari, konsep Jogo Tonggo yang dianut di Jawa Tengah juga termasuk gotong royong Dan nilai-nilai kerjasama. Persatuan adalah jiwa dari nilai-nilai Pancasila.

“Konsep Peduli Tetangga Saat Pandemi Covid” yang dikedepankan atas nama Jogo Tonggo19 merupakan langkah yang perlu didorong dalam upaya tersebut, kata Leista, “Penguasaan negara “The Corona Virus”, umumnya dikenal sebagai “Ruili”. Ruili meyakini konsep Jogo T. Onggo yang diterapkan dengan benar di banyak daerah dapat mempercepat pengendalian Covid-19 di Tanah Air. -Nilai solidaritas dan gotong royong Menurut anggota parlemen Partai NasDem, dalam pandemi ini, kewajaran dan solidaritas sangat diperlukan. Akibat dampak penyebaran Covid-19 tersebut, Rerie menambahkan, pihaknya tidak hanya menyasar sektor kesehatan tetapi juga sektor ekonomi dan sosial masyarakat. Menurut Rerie, Covid-19 sudah banyak terjadi di Tanah Air, sehingga banyak langkah teknis yang harus dilakukan, seperti tindakan pencegahan, pengujian dan pelacakan, serta perbaikan fasilitas medis. Dia menjelaskan, ketiga langkah teknis tersebut harus dilakukan secara bersamaan agar bisa segera dilanjutkan untuk memerangi Covid-19. Misalnya, menurut Rerie, upaya pencegahan dengan menjaga jarak harus dipahami dan dilaksanakan bersama.

“Jika tindakan bersama tidak dilakukan, akan sulit menghentikan penyebaran virus corona.” — Rerie menuturkan, selama pandemi ini, perekonomian nasional mengalami resesi karena perekonomian Indonesia mengumumkan angka pertumbuhan negatif dalam dua kuartal terakhir. -Namun demikian, masih banyak industri yang menunjukkan pertumbuhan, termasuk sektor pertanian. Ia menyimpulkan: “Kabupaten Pubalinga subur. Menurut saya berpotensi untuk mengembangkan sektor pertanian saat terjadi pandemi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288