Gubernur Anies membatalkan penerapan warung aneh di pasar, dan itu sebabnya

Home / Metropolitan / Gubernur Anies membatalkan penerapan warung aneh di pasar, dan itu sebabnya

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan alasan penghapusan aturan kios genap di pasar tradisional. -Dia Menyebutkan fakta bahwa pedagang yang paviliunnya ditutup mempercayakan barangnya kepada pemilik paviliun.

Alhasil, jumlah pengunjung tidak terpengaruh oleh angka ganjil dan genap. — “Faktanya, jumlah pengunjung tidak terpengaruh oleh paritas. Bahkan, masih terjadi. Di hari-hari ganjil, penjual malah menyerahkan penjual kepada penjual aneh .— Bagi kami, kontrol akses ke sistem Jumlah orang lebih penting daripada mengontrolnya. “” Kata Annis kepada Balaikota di Pusat Kota Jakarta, Rabu (2020/1/7). -Baca: Anies mengubah kebijakan pasar tradisional: menghapus pasangan ganjil dan mengatur jam kerja– –Baca: Pembagian Ganjil Berdasarkan Nomor HP, Sholat Jum’at – Baca: 32 Pedagang Meninggal, Melamar Pasar Ganjil Tingkatkan Risiko Penyebaran Covid-19 – Kebijakan Aneh Warung Pasar Dianggap Tidak Sah Agar Pemprov DKI bisa mengubah aturan yang mengatur jumlah pengunjung pasar.

Kapasitas pengunjung pasar hanya memungkinkan 50% dari jumlah orang normal. Kedepannya hanya akan ada satu pintu bagi pengunjung untuk masuk dan keluar.

Tujuannya adalah Kendalikan jumlah wisatawan yang masuk ke pasar. Jam buka pasar juga sudah normal.

Pasar juga akan diawasi oleh TNI, Polri, dan ASN Pemprov DKI untuk pengawasan. Ia mengatakan: “Kita pantau dampaknya. Mereka adalah pasar kereta listrik dan angkutan umum (KRL). Selama satu bulan masa transisi PSBB, Anies mengatakan 19 pasar tutup akibat penutupan pedagang. Covid-19 dinyatakan positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288