Polisi mengaku telah menangkap jurnalis media online yang kini memposting, Bagaimana nasib 17 jurnalis Bosmar tersebut?

Home / Metropolitan / Polisi mengaku telah menangkap jurnalis media online yang kini memposting, Bagaimana nasib 17 jurnalis Bosmar tersebut?

Laporan reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam protes terhadap pembuatan karya hukum komprehensif di Jakarta, Kamis (10 Agustus 2020), Polda Metro Jaya membenarkan penangkapan reporter media online redputih.com Ponco Sulaksono.

Yusri Yunus, Kasubag Humas Polda Metro Jaya, membenarkan Ponco ditahan di Badan Penahanan dan Pembuktian (Dirtahti) bersama ribuan pengunjuk rasa lainnya.

“Iya saya berangkat,” kata Yusri kepada Polda Metro Jaya di Jakarta Selatan, Jumat (10 September 2020).

Baca: Usai memberitakan aksi protes di Jakarta, puluhan jurnalis hilang dan tidak bisa dihubungi

: Dengan menutupi demonstrasi UU Cipta Kerja, Kapolres Le Polri diminta melindungi jurnalis

tapi, Pihaknya tidak menjelaskan urutan kronologis penangkapan Ponco Sulaksono saat aksi demo.

Ia hanya mengatakan bahwa yang bersangkutan telah dibebaskan

Di sisi lain, hal tersebut belum dijelaskan.Ini adalah nasib 17 jurnalis yang diduga ikut serta dalam perlawanan “Penciptaan” yang digelar di Jakarta. Dia menghilang setelah demonstrasi tentang Hukum Ketenagakerjaan Komprehensif. Sebelumnya diberitakan bahwa pada Kamis (10 Agustus 2020), protes terhadap undang-undang yang komprehensif tentang penciptaan lapangan kerja berakhir dengan kekacauan. Pengacara LBH Pers Ahmad Fathanah mengungkapkan, tak hanya ribuan pengunjuk rasa yang dinyatakan hilang, puluhan wartawan juga dilaporkan hilang. Menurutnya, sebanyak 18 jurnalis hilang dan tidak bisa dihubungi setelah adanya demonstrasi yang melibatkan undang-undang UU Cipta Karya yang komprehensif.

Secara rinci, 17 dari 18 orang hilang adalah bagian dari mereka. Pers Mahasiswa (Persma). Di saat yang sama, seorang reporter media online bernama Ponco Sulaksono juga hilang.

Namun, menurut informasi, wartawan Ponco Sulaksono juga ditangkap bersama pengunjuk rasa lainnya. Ahmed mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat (10/9/2020): “Persia berusia sekitar 17 tahun,” Persma berusia sekitar 17 tahun. Selain itu, menurut laporan, banyak jurnalis juga berasal dari aparat penegak hukum yang tidak etis. Selama periode pelaporan, sebagian materi laporan disita dan sebagian lainnya dimusnahkan.

Salah satunya adalah memori kamera reporter Suara.com Peter Rorty. Saat menutup-nutupi aksinya, kamera Peter tertangkap kamera karena diduga merekam jalannya pemukulan demonstran.

Setelah kejadian ini, Peter juga menjadi kasar. , Mereka diseret dan disiksa hingga mengalami luka memar.

“Selain itu, ada juga kasus ponsel pelapor CNNIndonesia.com. Thohirin diciduk polisi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288