Keputusan Pemerintah Kota Bekasi ini berbeda dengan keputusan pemerintah pusat yang memperbolehkan shalat Idul Fitri berjamaah

Home / Metropolitan / Keputusan Pemerintah Kota Bekasi ini berbeda dengan keputusan pemerintah pusat yang memperbolehkan shalat Idul Fitri berjamaah

TRIBUNNEWS.COM, Bangladesh-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk melaksanakan sholat Idul Fitri atau Idul Fitri dari rumah masing-masing untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pemprov DKI Jakarta sebagaimana diumumkan Gubernur Anies Baswedan juga mengimbau warganya untuk tidak melaksanakan shalat Idul Fitri bersama.

Baca: Mengapa Penduduk Sekalipun Coronates Berani Berkumpul di Pasar dan Pusat Perbelanjaan? Ini penjelasan ahli-tapi berbeda dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya masih ngotot untuk mencapai kesepakatan hasil bersama dengan MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Majelis Masjid Indonesia (DMI).

“Sesuai kesepakatan (memperbolehkan jamaah berstatus sholat di zona hijau) MUI, FKUB, DMI dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) menyatakan,” kata Tri dalam konfirmasi, Rabu (20/5/2020). — Sejauh ini, kata dia, 40 kelurahan di Bekasi sudah masuk kawasan hijau dan diperbolehkan mendoakan jati diri di kalangan jemaah.

“Hingga saat ini terdapat 40 kelurahan, karena bisa meningkat secara dinamis, bisa berkurang, tergantung kondisi pasien atau warga yang terkena infeksi virus corona,” jelasnya.

Ditegaskannya pelaksanaan jemaah. Ia menegaskan bahwa sholat daerah akan terus mengikuti aturan sehat yang mendukung toleransi. “Jarak, verifikasi KTP (warga wajib tinggal di kawasan hijau)”.

Sebagai rujukan, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa shalat berjamaah di masjid dan ruang terbuka dilarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288