Untuk melawan corona, PSI membutuhkan peningkatan kemampuan uji PCR Labkesda DKI

Home / Metropolitan / Untuk melawan corona, PSI membutuhkan peningkatan kemampuan uji PCR Labkesda DKI

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Hingga 24 Maret 2020, penyebaran wabah Covid-19 di wilayah DKI Jakarta telah mencapai 427 kasus positif dan 32 kematian.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. -Untuk mengatasi hal tersebut, Fraksi Partai Persatuan (PSI) DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI Jakarta segera melakukan uji reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) skala besar.

“Penyebaran Crown di Jakarta sangat serius. Kalau pengujian besar-besaran tidak dilakukan, kita tidak akan tahu jumlah pastinya. Fraksi PSI mensyaratkan ini, dan itu sangat berharga setiap hari. Kita harus terbuka untuk umum, ini seperti perang Situasinya sama, “kata Angara Wicitra Sastroamidjojo, Wakil Ketua Panitia E Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta:” Rabu (25/3/2020) -Baca: Khawatir Corona, Pemprov DKI Jakarta perpanjang masa studi bagi keluarga siswa Hingga 5 April, jumlah ODP (orang yang diawasi) dan PDP (pasien yang diawasi) di DKI Jakarta mencapai 2.530. — Namun, Angara mencontohkan, angka tersebut mungkin tidak mencerminkan jumlah yang sebenarnya. .

“Dalam situasi perang, hal terpenting adalah memahami sepenuhnya musuh yang Anda hadapi. Sayangnya, wabah penyakit saat ini telah menyebar luas, sehingga sulit untuk menemukan semua orang yang mungkin terkena virus tersebut. Kata Angara.

Dinas Kesehatan sudah mendapatkan 100.000 unit kit. Rapid test dari pemerintah pusat.

Namun, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Laboratorium dan Klinik Indonesia (PDS PatKLIn) mencontohkan penggunaan serum atau Metode rapid test dengan darah sebagai sampel kurang akurat. -PCR .

“Kalau begitu, menggunakan rapid test sebenarnya bisa berbahaya bagi provinsi DKI karena harus bekerja dua kali. Pemborosan biaya, tenaga, dan bahkan lebih sedikit waktu. Waktu itu berharga. Saya meminta Anggara menambahkan bahwa Pemprov DKI akan meningkatkan kemampuan Labkesda untuk melakukan tes PCR skala besar.

WHO (World Health Organization) merekomendasikan penggunaan RT-PCR untuk mendeteksi virus corona karena memiliki akurasi paling tinggi. Kementerian Kesehatan telah menyetujui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta untuk melakukan uji korona berdasarkan RT-PCR, namun kapasitas hariannya hanya sekitar 500 orang.

“Menurut tim ahli analisis kami, pada tahap awal, setidaknya Pemprov DKI harus menguji sekitar 40.000 orang, yakni minimal 10.000 orang per hari. Di sini, kami bisa langsung memahami bagaimana virus itu menyebar dan apa yang dikatakannya. “-Angara mengatakan ini bisa dicapai melalui kerjasama dengan laboratorium / universitas swasta dan anggaran. Menurut Permendagri No. 20 tahun 2020, ada sekitar Rs 28 crore item pengeluaran tak terduga (BTT).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288