Percayakah kesedihan para pemijat buta dan pedagang biskuit akan bertahan dari pandemi korona hingga kapan?

Home / Metropolitan / Percayakah kesedihan para pemijat buta dan pedagang biskuit akan bertahan dari pandemi korona hingga kapan?

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tukang pijat tunanetra, penjual biskuit, dan pengamen di Jakarta Timur kini nekat memenuhi kebutuhan keluarganya. … “Pesan pemerintah, corona menyebar melalui kontak langsung, sehingga hampir tidak ada lagi orang yang datang untuk pijat sekarang,” kata seorang yogi di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2020). Sejak Maret 2020, para pemijat secara membabi buta merasakan bahwa penurunan pemijat sebenarnya adalah pemijat yang standby atau orang-orang yang telah membuka ruang pijat selama dua minggu. – “Setelah pengumuman pemerintah, beberapa warga langsung merasakan sisi positifnya, tapi sekarang sudah lebih jelas. Tidak ada yang datang untuk memijat dirinya sendiri.” A-katanya.

Sang yogi dan tukang pijat yang dipanggil kata temannya Ada nasib serupa. Yang menjual kue dan ngamen.

Saran pemerintah adalah agar warga mengurangi semua aktivitas di luar rumah, yang akan mempengaruhi pendapatan mereka. “Katanya.

Ini karena lebih dari 200 anggota Pertuni di Jakarta Timur sudah menikah, sehingga beban hidup mereka lebih berat .-“ Pendapatan turun lebih dari 50%. Sebelumnya saya telepon teman saya, itu kucing (pandemi korona), sampai nanti, “lanjut Yogi.

Judul artikel ini adalah Trionanjakarta.com dan judulnya Corona. Populer, omset dan pedagang biskuit pijat buta menurun lebih dari 50%, penulis: Bima Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288