Maria Lumowa, penghancur uang BNI, menolak ulasan penyidik, dan itulah sebabnya

Home / Metropolitan / Maria Lumowa, penghancur uang BNI, menolak ulasan penyidik, dan itulah sebabnya

Menurut reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Carlo Penmas Humas Polisi Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan bahwa para pelaku Bank BNI cabang Maria Pauline Lumowa di Kebayoran masih menolak untuk diperiksa oleh penyidik. — Awi mengatakan bahwa tersangka menolak diinterogasi karena dia tidak menerima bantuan hukum dari Kedutaan Besar Belanda.

Baca: Mantan Komisaris BNI: Penyelidik harus rapi dan memiliki banyak keahlian dalam melacak perilaku Maria Lumowa

Baca: Perusak Bank BNI Maria Lumowa (Maria Lumowa) di Wanita itu ditangkap di fasilitas penahanan khusus Bareskrim Polri

– pada dasarnya, tersangka meminta bantuan penasihat hukum dari Kedutaan Besar Belanda, tetapi karena penyelidikan belum berhenti sebelum tersangka mendapatkan bantuan hukum, kami menghargai kejahatan tersebut Hak-hak tersangka, “kata Awi kepada Mabes Polri, Senin (13/7/2020). Masih menunggu tanggapan dari Belanda mengenai bantuan hukum telepon kepada warganya. Meski demikian, pihaknya masih mengejar aset tersangka. .

Baca: Bobol Bank BNI Rp 1,7 triliun, Pori akan mengikuti aset Maria Lumowa- “Kami masih menunggu tanggapan resmi dari tersangka. “Kami menerima surat ini. Itu teknis. Ya, kami tidak akan berusaha untuk melacak penggunaan Rp 1,7 triliun.”

Untuk referensi Anda, Maria Pauline Lumowa (Maria Pauline Lumowa) Alias ​​MPL adalah salah satu tersangka di cabang pencurian uang Kebayoran Baru dari Bank BNI. Metode operasi diwujudkan melalui virtual letter of credit (L / C).

Pada bulan Oktober, Marina Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu, pemilik PT Gramarindo Group, menerima US $ 136 juta atau 1,7 triliun Indonesia Lindungi pinjaman yang setara. Bank BNI pada tahun 2002 dan Juli 2003.

Pada bulan Juni 2003, BNI meluncurkan penyelidikan atas dugaan transaksi keuangan PT Gramarindo Group dan menemukan bahwa perusahaan tersebut tidak pernah mengekspor.

Kemudian laporan palsu yang diduga dengan letter of credit telah dilaporkan ke Mabes Polri. Maria terbang ke Singapura untuk pertama kalinya pada September 2003. Sebulan yang lalu, ia ditunjuk sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk oleh Markas Besar Kepolisian Nasional.

Pada tahun 2009, Maria kembali ke Belanda lagi dan sering bepergian ke Singapura. Maria telah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Pada 16 Juli 2019, MPL ditangkap oleh BCN Criminal Police (Serbia) di Bandara Internasional Nikola Tesla di Serbia. Setelah penangkapannya pada waktu itu, pemerintah Indonesia meminta penahanan pra-sidang setelah dipulangkan ke negara asal.

Akhirnya, MPL dibawa ke Indonesia pada hari Rabu, 8 Juli 2020. Pekerjaan repatriasi hanya berlangsung satu minggu sebelum MPL dirilis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288