Ojol akan menunjuk PSBB di Jakarta, penumpang tidak diperbolehkan mengendarai sepeda karena pelanggaran jarak fisik

Home / Metropolitan / Ojol akan menunjuk PSBB di Jakarta, penumpang tidak diperbolehkan mengendarai sepeda karena pelanggaran jarak fisik

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah pusat telah menyetujui usulan Pemprov DKI Jakarta melalui Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah pembatasan sosial (PSBB) skala besar untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan akan melakukannya. Minggu ini dimulai pada hari Jumat, 10 April 2020 untuk menerbitkan PSBB.

Baca: Indonesia memiliki kasus Covid-19 yang positif, tanpa gejala: haus, tidak ada demam, tidak ada batuk

Kepolisian daerah Metro Jaya juga memulai kegiatan sosial untuk membuat warga Jakarta sadar akan implementasi vaksin Kejadian. PSBB.

Kapolres Metro Jaya Inspektur Nana Sudjana mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan penegakan hukum yang merupakan langkah terakhir dalam kepatuhan masyarakat. -Dia mengatakan salah satunya adalah membatasi cara angkutan umum dan pribadi barang dan penumpang. — “Untuk mobil pribadi, seperti mobil Avanza yang dapat menampung 6 orang, hanya 3 orang yang diperbolehkan. Ini juga berlaku untuk kendaraan roda dua. Jika roda dua terhubung secara seri, itu jelas melanggar jarak yang sebenarnya,” kata Nana, Rabu. (20/04/2020) Dalam pidatonya di Mabes Polri Metro Jaya, dia mengatakan:

Karena itu, dia mengatakan bahwa sepeda motor hanya bisa dikendarai sendiri tanpa melodi. Nana berkata, “Karena itu, hanya satu orang yang mengizinkan dua orang mengendarai sepeda motor, termasuk taksi ojek online.”

Jika diketahui bahwa seorang pengendara sepeda motor dapat mengendarai sepeda, ia akan dihukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288