DPRD DKI khawatir sepeda motor ganjil genap akan menekan perekonomian warga, dan akan dimintai penjelasan di Kadishub pekan depan.

Home / Metropolitan / DPRD DKI khawatir sepeda motor ganjil genap akan menekan perekonomian warga, dan akan dimintai penjelasan di Kadishub pekan depan.

Laporan Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komite B DPRD DKI Jakarta akan mempertemukan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait kendaraan roda dua atau sepeda motor yang juga terkena imbas sistem paritas selama masa transisi PSBB di Jakarta. . -Jadwal diadakan minggu depan.

Baca: Transisi PSBB Pergub: Angka Ganjil Malah Berlaku untuk Sepeda Motor dan Mobil Pribadi

Ketua Panitia, Abdul Aziz (Abdul Aziz) mengatakan, pihaknya ingin memahami alasan dan latar belakang kebijakan tersebut. . — “Kami akan memanggil Kadishub untuk menjelaskan alasan dan latar belakang kebijakan ini,” kata Aziz kepada Tribunnews.com, Sabtu (6/6/2020).

Karena Aziz takut memasukkan sepeda motor ke dalam mobil untuk membatasi sistem. Ini mungkin memiliki dampak yang sangat luas.

Karena sepeda motor adalah alat transportasi bagi kelas menengah ke bawah. I.

“Karena roda dua merupakan alat transportasi kelas menengah dan rendah, saya khawatir kebijakan paritas roda dua akan berdampak ekonomi bagi masyarakat kecil,” kata Aziz -seperti diketahui, Kepala Eksekutif DKI Jakarta 2020 PP 51 Anies Baswedan telah merilis informasi pelaksanaan PRBBK dalam masa transisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288