Di Padurenan Bekasi, tubuh tempat dokter dimakamkan tanpa menggunakan peti

Home / Metropolitan / Di Padurenan Bekasi, tubuh tempat dokter dimakamkan tanpa menggunakan peti

TRIBUNNEWS.COM, Pemakaman Umum Jakarta-Padurenan di Kabupaten Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat menerima permintaan dari Covid-19 untuk mengubur seorang dokter yang statusnya adalah pasien yang dipantau (PDP), yang dimakamkan tanpa menggunakan kerang. Yayan Sopian, kepala Unit Implementasi Teknologi Fun Burial (UPTD) dari Departemen Perumahan, Pemukiman Kembali dan Pertanahan (Disperkimtan) di Kota Kathy, mengatakan bahwa Covid-19 pasien dengan protokol permanen pemakaman (portap) biasanya menggunakan peti mati untuk operasi.

“Selain orang yang menggunakan alat pelindung diri (personal protective equipment) untuk menggali kuburan, tubuh juga harus menggunakan peti mati, bahkan jika peti mati itu Muslim atau non-Muslim”, “TPU Yayan pada Jumat (4/4/2020) Padurenan berkata

Yayan mengungkapkan bahwa 55 mayat telah dikuburkan di TPU. Namun, hanya mayat dokter yang tidak memiliki peti mati untuk mencapai kuburan.

Yayan pertama kali mengatakan kepada saya bahwa ia menerima telepon dari Rumah Sakit Kota Bekasi. Rumah sakit meminta Yayan dan timnya untuk menyiapkan kuburan. “” Mayatnya dimakamkan ketika dimakamkan pada 26 Maret 2020. Saya menerima telepon dari Rumah Sakit Kota Bekasi. Jika seseorang ingin mengirimnya, saya Disuruh menyiapkan liang, “jelasnya.

Ketika ambulans tiba dengan tubuh yang diharapkan, Ya Yan dan pemakaman terkejut. —— “Ambulans tiba, dan pengemudi yang menangkap mayat itu dengan pakaian PPE, anak-anak yang sedang menggali, mengatakan dia juga bersiap untuk menggunakan alat pelindung diri, tetapi ketika dibuka, tidak ada peti mati.

Jangan ikuti Coap- Pada perjanjian ke-19, Yayan segera menghubungi Rumah Sakit Kota Bekasi.

Tidak ada keraguan bahwa Rumah Sakit Kota Bekasi mengumumkan bahwa peti mati tidak lagi tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288