Polisi Nasional mengirim 71 kg metamfetamin melalui ekspedisi logistik

Home / Metropolitan / Polisi Nasional mengirim 71 kg metamfetamin melalui ekspedisi logistik

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Polisi berhasil mengungkap 71 kilogram metamfetamin yang beredar dalam pandemi virus korona melalui Satuan Tugas Keempat Operasi Keamanan Jakom Noosa II. Alidon Ekspres Makmur atau PT AEM harus digunakan selama pandemi.

Perusahaan ini adalah perusahaan tua yang didirikan hanya empat bulan yang lalu.

Baca: Media asing menyoroti potensi peningkatan angka kelahiran Indonesia setelah dicurigai blokade bahwa perusahaan tersebut digunakan sebagai alat transportasi untuk obat-obatan di Pekanbaru-Jambi-Lampung-Jakarta.

“Dari rangkaian operasi ini, kami berhasil menangkap dua tersangka RR di kantor perusahaan elektronik PT AEM di Jakarta Barat dan kantor perusahaan EA di Pekanbaru sebagai pengontrol,” Gato Eddie berkata kepada kantor ASDP di pelabuhan Bakdeni. Rabu (20 Mei 2020). Selain itu, polisi juga memperoleh bukti termasuk 71 kilogram metamfetamin, tiga ponsel, ponsel milik ekspedisi PT AEM, dan komputer pribadi yang digunakan untuk melakukan penyelidikan dan menangkap tiga DPO. Yaitu BP, RY dan FR.

Baca: BPOM mendirikan laboratorium biohazard untuk mempercepat pengujian sampel Covid-19

“Aset PT AEM akan dilacak untuk menyelidiki dugaan pencucian uang (TPPU). Saya telah meminta penyelidik untuk menyelesaikan penyelidikan dan menangkap kejahatan tersebut Tersangka. Tiga DPO, “kata jenderal bintang tiga itu.

Membaca: Komite Jaksa Penuntut: Tidak ada kesimpulan bahwa dana KONI mengalir maju ke Kejaksaan Agung

Mengenai pengungkapan kronologis, Gatot Eddy menjelaskan bahwa ada informasi tentang pengangkutan obat-obatan melalui jalan darat dari Sumatera Timur ke Jakarta menggunakan transportasi logistik.

Informasi dikirim oleh Departemen Investigasi Kriminal dari Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian kabupaten yang kompeten untuk membuat prediksi dengan membentuk tim gabungan yang terdiri dari polisi distrik dan polisi distrik di jalur. Tersangka.

Jumat (8/5/2020) polisi Lamsel dari departemen Bakauheni KSKP memeriksa sebuah truk kecil PT AMP dan menyita 66 kg metamfetamin-nan yang disembunyikan dengan aman di pos pemeriksaan TKP Kakauheni Banggang “Kemudian, pengembangan peralatan yang akan dikirim ke kantor PT AEM di Cengkareng, Jakarta Barat, akan ditangkap oleh manajer umum PT AEM yang disingkat RR sebagai pengendali,” kata Gatot Eddy.

Baca: Dengan hukuman penjara 20 tahun, KPK mewajibkan pejabat untuk melaporkan kwitansi tip di Lebanon setiap saat – menerima 10 kg metamfetamin dari PT AEM Pekanbaru cabang melalui PT APM di Bandar Lampung. -Instruksi yang diterima adalah bahwa 5 kg metamfetamin telah dimasukkan ke dalam paket tepung untuk PT. EA dikirim oleh RY (DPO) dan PT AEM melalui PT Dakota Expedition untuk memajukan perusahaan makanan herbal .

Dari hasil pelacakan, kelompok mencari PT di bensin Muaro, Minggu (5/10/2020) Stasiun truk Dakota. Jambi menyita 5 kilogram metamfetamin dalam sebuah kotak berisi tepung dan mengisi tepung dengan Pengirim AAJ (pemilik PT. Langkah Maju).

Pada hari Rabu (13 Mei 2020), tim gabungan dibantu oleh anjing pelacak menggeledah kantor PT AEM Pekanbaru dan kantor cabang PT. Kantor Langkah Maju dimiliki oleh Ibu AJJ, tetapi tidak ada obat yang ditemukan. Namun berhasil menangkap EA yang mencurigakan (karyawan PT. Green Step), yang mengaku mengemas metamfetamin di bawah perintah RY (DPO).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288