Mengenai sanksi terhadap penjahat SPBB, polisi masih menunggu prosedur operasi standar teknis pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Home / Metropolitan / Mengenai sanksi terhadap penjahat SPBB, polisi masih menunggu prosedur operasi standar teknis pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Jakarta, penyebaran konstan virus TRIBUNNEWS.COM-Corona atau Covid-19 telah mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memainkan peran, memutus rantai penularan.

Salah satu langkahnya adalah sanksi besar-besaran terhadap mereka yang melanggar aturan pembatasan sosial (PSBB). – Aturan-aturan ini termasuk sanksi bagi pelanggar PSBB yang dikeluarkan pada 30 April 2020, kerangka hukum Peraturan Gubernur No. 41 tahun 2020. Namun, aturan ini tidak berlaku untuk polisi.

Pol Sambodo Purnomo Yoga, Komisaris Utama dan Komisaris Utama Departemen Kepolisian Kota Jakarta, mengatakan polisi masih menunggu prosedur operasi standar terkait dengan sanksi teknis yang dikenakan pada penjahat sesuai dengan peraturan Covid-19 orang positif.

Sejauh ini, teknologinya masih disusun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah provinsi DKI masih mengembangkan sanksi berdasarkan Pergub 41, “kata Sambodo dalam konfirmasi, Rabu (13 Mei 2020). Dia mengatakan bahwa sejauh ini, polisi belum menjatuhkan sanksi pada Pergub No. 41 tahun 2020 Buat peraturan. Pelanggar akan tetap diberi sanksi dengan peringatan kosong.-Dia menyimpulkan: “Masih ada surat peringatan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anies Baswedan, Gubernur DKI, Jakarta mengungkapkan alasan untuk menerbitkan Peraturan Gubernur No. 41 tahun 2020, yang melibatkan sanksi pada pelanggan PSBB gar. Itu tidak lebih dari membuat masyarakat menggunakannya selama PSBB Aturan pembatasan fisik lebih disiplin dan tertib.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288