Pengendara sepeda motor yang masuk ke jalur bersepeda dapat dikenakan denda Rp 500.000 atau kurungan selama 2 bulan

Home / Metropolitan / Pengendara sepeda motor yang masuk ke jalur bersepeda dapat dikenakan denda Rp 500.000 atau kurungan selama 2 bulan

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Direktur Perhubungan Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak memasuki jalur sepeda atau membuka jalur sepeda. Menurut dia, pelanggar akan dihukum dengan tindak pidana karena melanggar hukum.

“Jika kendaraan lain tidak masuk ke jalur sepeda selama masih ada jalur, maka akan melanggar rambu. Langkah-langkahnya sebagai berikut: tidak boleh memotong jalur sepeda,” kata Sambodo kepada wartawan, 6 Juni 2020.

Sambodo mengatakan bahwa jalur bersepeda hanya cocok untuk pengendara sepeda, tidak untuk kendaraan lain. Mengenai denda dan sanksi yang diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pelanggaran ayat pertama pasal 287 ada ancaman hukum, denda Rs 500.000 atau kurungan selama 2 bulan.,” Ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pada masa transisi PSBB, antusias warga DKI Jakarta untuk bersepeda meningkat. Untuk menghindari kecelakaan, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan jalur sepeda di tengah ibu kota pada waktu tertentu.

Baca: Polisi Terapkan Jadwal Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin, Ini Detailnya-Baca: Frustasi Dituding Berhubungan Seks Semalam, Dinar Candy Ingin Buktikan Melalui Tes Keperawanan Titik ini-di masa mendatang, rutenya akan dibatasi pada kerucut lalu lintas, yang menunjukkan bahwa jalur tersebut milik pengendara sepeda. Namun saat ini jalur sepeda atau pop up jalur sepeda hanya digunakan di jalan Sudirman-Thamrin.

“Kami sedang memeriksa jalur sepeda yang disebut jalur sepeda pop-up. Jalur sepeda merupakan upaya kami untuk bergerak menuju masyarakat yang sehat dan produktif menuju era normal baru,” Jalan Sudirman, Jakarta- Dirlantas Polda Metro Jaya dari Thamrin Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan Kamis (18 Juni 2020)

Sambodo mengatakan jalur sirkulasi tidak permanen. Seri sepeda pop-up akan tersedia selama jam sibuk, seperti perjalanan pulang pergi.

“Pertama kita akan atur jalur sepeda ini pagi dan sore hari. Senin s / d Jumat pagi jam 06.00-08.00, kemudian jam 16.00-18.00 WIB. Hari Sabtu karena Hari itu bukan hari kerja, kita akan mulai jam 10:00. Dia menjelaskan: “16.00 – 19.00”. Kami masih berusaha untuk berkumpul lagi. Tapi minggu depan akan memulai hari bebas mobil, Jadi pada hari Minggu warga Jalan Sudirman Thamrin bisa sehari tanpa mobil di malam hari, dan gelar yang sama akan kita pertahankan mulai pukul 16.00 hingga 19.00, “lanjutnya.

Selain itu, Sambodo mengatakan jika batas waktu terlampaui, pembatasan jalur sepeda atau kerucut lalu lintas akan dicabut kembali. Ia menunggu warga DKI. Ia mengatakan: “Melalui persiapan ini, kami mengimbau pengendara sepeda untuk menggunakan jalur sepeda yang kami siapkan. Seperti yang diamati, banyak pengendara sepeda yang tidak memasuki jalur sepeda hingga tiga hari kemarin, tetapi dia Kesimpulannya, mereka malah terpeleset di antara kendaraan dan melaju ke jalur tengah, ini bisa menjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288