Warga menolak menggunakan GOR Tambora sebagai fasilitas isolasi bagi pasien Covid-19 yang rumahnya tidak sesuai

Home / Metropolitan / Warga menolak menggunakan GOR Tambora sebagai fasilitas isolasi bagi pasien Covid-19 yang rumahnya tidak sesuai

Warga TRIBUNNEWS.COM-RT 11 RW 12 Jakarta kedapatan menolak menjadikan Tambora Youth Sports Center (GOR) sebagai tempat karantina pasien Covid-19. -Sophie, ketua RT 11, mengatakan penolakan tersebut terjadi pada saat diskusi antara Pskoksma, masing-masing kecamatan, tiap kecamatan, dan pengurus RT.

“Awalnya warga disini menolak karena” takut tertular. Setelah menjelaskan, akhirnya mereka setuju. Usai rapat bersama warga, jalanan, jalanan, dan Puskesmas — saat rapat, baik Puskesmas maupun jalanan memastikan bahwa pasien Covid -19 tidak akan meninggalkan Stadion Tambora.

“Jadi kami tidak takut karena mereka mengatakan bahwa pasien tidak akan meninggalkan GOR.” Sehingga kami dapat menghindari tertular. Dia menjelaskan.

Selama sepekan ini, Sophie menjelaskan bahwa warga tidak ada masalah dengan keberadaan pasien Covid-19 GOR Tambora. Tidak ada yang keluar dari GOR.

“Kebanyakan keluarga pasien sering Pergi ke pagar. Tapi mereka tidak optimis dengan Covid-19, jadi tidak masalah. Sejak Sabtu (15/8/2020), Covid-19 disebut sebagai tempat karantina.

Dia mengisolasi GOR karena Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet mencapai 80% dari kapasitas pasien. -Saat ini ada 11 pasien yang menerima perawatan di stadion.

Ini adalah pasien Covid-19 yang diklasifikasikan oleh Ovid, dan tempat tinggal mereka tidak cocok untuk isolasi independen.

Artikel ini dimuat di Wartakotalive dengan judul warga setempat menolak GOR Tambora sebagai tempat isolasi mandiri bagi 19 pasien Covid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288