Dokter di Bandara Soetta diduga melanggar pasal penipuan

Home / Metropolitan / Dokter di Bandara Soetta diduga melanggar pasal penipuan

Laporan wartawan Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Tersangka Dokter EFY Bandara Soekarno Hatta tidak memalsukan hasil rapid test tersebut. Namun, penulis dicurigai melanggar klausul penipuan.

kata Kombes Pol Yusri Yunus, Kepala Humas Polda Metro Jaya.

“Jika terbukti memiliki isi sebagai berikut, Pasal 378. Karena pernyataan PT Kimia Farma tentang pemalsuan bukanlah” ini penipuan dan hasilnya pasif, tetapi karena dia mengatakan bahwa korban tidak menanggapi ” Korban ditipu, “kata Yusri kepada wartawan, Rabu (23/9/2020). Di Bandara Soekarno-Hatta-Baca: Polisi Diduga Peras dan Ganggu Bandara Sueta Identitas staf medis ada di saku-Yusri mengatakan bahwa selama operasi, EFY berjanji untuk meyakinkan korbannya bahwa hasilnya dapat diubah selama korban memberikan sejumlah uang kepada pelaku, dan reaktif terhadap yang awalnya. Orang yang melakukan quick check sudah tidak ada lagi, Yusri mencontohkan, mengubah hasil quick check sebenarnya tidak mungkin dilakukan medical check. Pelaku diduga mengabaikan kecurangan korban.

“Kalau mengubahnya, Anda harus membayar Rp. Dijelaskannya, jumlahnya 1,4 juta yang dilakukan korban dengan mengirimkan wire transfer melalui bank elektronik. Pelaku juga melakukan tindakan seksual, dan polisi masih menyelidiki pengakuan korban.

Polisi juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami masih menyelidiki CCTV yang ada. Dia menyimpulkan:“ Buktinya meliputi keterangan saksi dan keterangan penulis. – Menurut pemberitaan, polisi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) telah menetapkan seorang dokter berinisial EFY sebagai tersangka.

EFY diduga memeras dan melecehkan penumpang udara di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.- — Kabar ini dibenarkan oleh Ketua Tim Reserse Kriminal Polsek Bandara AKP Alexander Soekarno Hatta. Yurikho. Menurutnya, nama tersangka digunakan polisi di rumahnya di Bali sebagai nama belakang korban LHI ( 23) Dinamakan dari singkatan awal .

“Iya, mencurigakan,” kata Alexander Yurikho saat dihubungi, Selasa (22/9/2020) .

Alexander mengungkapkan, status kasus juga telah berpindah dari satu penyidikan ke penyidikan lainnya. Dalam kasus ini, korban juga memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut.

“Kesimpulannya adalah korban sudah melapor. Dan telah mengumpulkan kecerdasan. Kasus ini telah diselidiki “.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288