Didirikan oleh agen bandara, puluhan reptil di Papua dan Australia gagal menyelundup ke Indonesia

Home / Metropolitan / Didirikan oleh agen bandara, puluhan reptil di Papua dan Australia gagal menyelundup ke Indonesia

TANGERANG TRIBUNNEWS.COM – Tangerang Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menemukan kasus satwa liar yang dilarang.

Sebanyak 153 reptil ditemukan di terminal kargo di Bandara Soekarno-Hatta (6 Juni 2020)

Baca: Ketika diduga buron, Nurhadi dilindungi oleh seorang jenderal, BW: Saya merasa bahwa KPK tidak berani menyelidiki – pengungkapan kasus itu disebabkan oleh tersangka yang mencurigakan empat kotak di stasiun angkutan. -Selama proses pemeriksaan, keempat kotak berisi 153 ekor reptil ilegal.

Menurut polisi, reptil ini dikirim dari Ambon ke Jakarta untuk ditukar.

“Ada empat jenis E. coli, total 153 hewan. Ada empat jenis, yaitu ular Monopohon, Soa Layar, lalu ular Patola Halmahera dan kadal Panana atau lidah biru,” kata Wakapolresta dari Soekarno-Hatta. Bandara, AKBP Yessi Kurniati, Jumat (6 Mei 2020).

Untuk Soa Sails, angka keamanannya adalah 85 ekor, 45 di antaranya adalah kadal kadal biru dan Panana, dan kemudian 20 ular monopohon, yaitu tar dari ular Patola. Seperti tiga ekor.

Yessi mengatakan bahwa sebagian besar jenis reptil di atas berasal dari tanah Papua, Papua Nugini dan Australia.

“Panana atau kadal lidah biru memiliki 45 ekor, 45 di antaranya tidak beracun Yessi.

mengatakan:” Naple snake snake memiliki 20 ekor, biasanya hanya ditemukan di Papua dan Papua Nugini, inilah dunia Ular python terkecil di planet ini. “Lalu ekor Raja Ular Potaa Halmaherat adalah ular tidak berbisa di Papua, Papua Nugini, Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288