UBL menyumbangkan alat pelindung diri dan logistik ke tim medis RSPI Sulianti Saroso

Home / Metropolitan / UBL menyumbangkan alat pelindung diri dan logistik ke tim medis RSPI Sulianti Saroso

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Staf medis kini benar-benar berada di garis depan “melawan” virus COVID-19 dan menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Pada April 2020, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 karena terbatasnya pasokan peralatan perlindungan diri (PPE), Indonesia, Indonesia terus tumbuh kuat, sehingga staf medis yang menangani pasien secara langsung mudah terinfeksi virus Covid-19)

Dukungan tim medis Universitas Budi Luhur (Universitas Budi Luhur) menyediakan APD dan logistik untuk merawat pasien korona, menyumbangkannya ke tim medis Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI). Sulianti Saroso adalah salah satu rumah sakit rujukan ke-19 yang merujuk pasien di Jakarta.

Kegiatan ini adalah bagian dari fungsi layanan masyarakat UBL, kegiatan ini diadakan melalui “aksi simpati staf medis Universitas Budi Luhur” #BlutizenMORNINGACTION PSBB (Bantuan Rencana Kesehatan Budi Budi Luhur) .

Baca: dari Luhut Koreksi yang dilakukan untuk Wishnutama dalam deklarasi akan menarik wisatawan Tiongkok, Korea dan Jepang yang disumbangkan hari ini (16 April 2020 ke RSPI Sulianti Saroso. -Saat ini, RSPI Sulianti Saroso telah menangani 30 kasus Covid-19). Pasien positif. RSPI memiliki 26 ruang isolasi, 16 di antaranya penuh.

Baca: Kisah Ika Dewi Maharani, dia adalah satu-satunya di Covid- 19 Rumah Sakit menjadi relawan perempuan untuk pengemudi ambulans. Bantuan APD PUBL termasuk pakaian Hazmat APD, masker, operasi, dan paket dukungan logistik. Daya tahan staf medis. Kepala RSPI, Sulianto Saroso, diarahkan Mohammed Mohammed (Moh. Sp .P) Dr. Mohammad Syahril memberikan bantuan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komunitas universitas di Jakarta Budiluh University. Kami sangat senang bangga bahwa salah satu institusi Universitas Budiluh memperhatikan status Covid- saat ini. 19 petugas kesehatan yang melayani dan melawannya, “kata Dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH .

RSPI Sulianti Saroso masih kekurangan pakaian PPE khusus, dan produknya langka dan sulit diperoleh, sementara RSPI dalam sehari Diperlukan 300 hingga 400 APD lengkap.

“Kesulitan kami adalah bahwa beberapa APD sulit diperoleh. Misalnya, masker N95 kekurangan pasokan dan harus diimpor. Barang yang akan dibeli dalam keadaan kritis dan bersaing dengan rumah sakit lain.” SSPI Pratiekauri adalah ketua kontingen sumbangan RSPI Surianto Saroso. “” Dia mengatakan bahwa dalam dua bulan ke depan, permintaan untuk alat pelindung diri mungkin sangat rendah. Tambahan .- — Presiden Universitas Budi Luhur Ir. MM Wendi Usino M.Sc. Semoga kontribusi ini bermanfaat bagi staf medis RSPI.

“Dengan cara ini, kita sebagai warga negara yang peduli dengan peran mereka di masa depan, Saya ingin mengucapkan terima kasih dan terima kasih yang terbesar. Kami berharap staf medis dapat menggunakan kontribusi ini sebaik-baiknya. “Kata Wendi Usino. Peralatan pelindung pribadi staf medis.

” Panggilan saya kepada tim Blu-ray adalah untuk melindungi kesehatan, Selalu lindungi topeng dan kenakan topeng karena kami harus membantu Bantu penjaga pertama di masyarakat sekitar, “katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288