Menurut laporan, warga Bogor menggelar resepsi pernikahan dengan mengundang banyak orang, dan informasi tersebut diverifikasi oleh kepala desa

Home / Metropolitan / Menurut laporan, warga Bogor menggelar resepsi pernikahan dengan mengundang banyak orang, dan informasi tersebut diverifikasi oleh kepala desa

Laporan wartawan Tribunnews.com Willy Widianto-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kabupaten Bogor kembali mengundang sejumlah besar orang untuk mengikuti acara tersebut. -Menurut sumber Tribunnews.com, pesta pernikahan digelar di sebuah kompleks perumahan di Desa Cilebut Barat, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat. Diperkirakan ratusan orang akan diundang ke pesta pernikahan selama pandemi Covid-19. Saat raja dangdut Rhoma Irama membawakan acara musik tersebut, keramaian sebelumnya juga berlangsung di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Cilebut Barat Edi Bumbun membenarkan bahwa di wilayahnya ada resepsi pernikahan.

Menurut Edi, warga yang menjadi tuan rumah pesta kawin tidak ada sangkut pautnya dengan pokja, setelah pokja mengirimkan undangan.

“Kemarin betul, saya akan melarang undangan. Pembagian, intinya kita sudah mengesahkan aturan kesepakatan kesehatan di resepsi,” Edi di Tribunnews.com, Kamis (2/7/2020). .

Edi mengaku khawatir resepsi pernikahan bisa menjadi salah satu cara penyebaran COVID-19, terutama di wilayah sekitar Hotel Regent di Bogor dan PSBB masih efektif.

“Iya saya khawatir rs ganjil, tapi yang punya aspirasi bilang akan tangani semua ini dan mau jadi penanggung jawab bilang:” kata Eddie. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Memeriksa akan melihat jumlah fungsi undangan di resepsi pernikahan.

“Umumnya tidak ada surat undangan.” Mungkin banyak, ”kata Dasuki. -Dasuki menegaskan, pihaknya tidak memperbolehkan masyarakat di kawasan Sisibel karena pandemi Covid 19 masih berlangsung. PSBB masih diterapkan di daerah itu. Saya tidak pernah mendapat izin sibuk, ”kata Dasuki.

Sementara itu, forum penjaga komplek perumahan di Cilebut Barat akan mempersiapkan resepsi pernikahan. -Merubah jalan masuk dan keluar untuk warga, dan tiba-tiba membuka beberapa jalan yang diblokir.

Seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengaku tak mau hadir. Resepsi pernikahan akan digelar pada Sabtu, 4 Juli 2020. Ia mengaku khawatir akan ada banyak orang dan kemungkinan tertular virus covid-19.

“Kita akan selalu bertetangga. Setelah acara nanti tunggu sebentar,” ucapnya.

Setelah warga Kota Semarang memutuskan untuk menggelar hajatan yang mengundang banyak orang, perjamuan nikah sebelumnya telah menjadi ajang penyebaran covid-19. .

Akibatnya, banyak tamu dan keluarga kedua mempelai terjangkit virus Covid-19 (Willy Widianto).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288