Pada saat bersamaan pilkada 9 Desember 2020: Polisi tidak akan mengeluarkan izin keramaian

Home / Metropolitan / Pada saat bersamaan pilkada 9 Desember 2020: Polisi tidak akan mengeluarkan izin keramaian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Republik Indonesia tidak akan memberikan izin kepada massa saat Pilkada yang digelar serentak pada 9 Desember 2020.

Inspektur Jenderal Pol Imam Sugianto mengatakan: “PWI (Mappilu), narasumber dalam diskusi online (webinar) yang diselenggarakan oleh komunitas dan media pengawas, pemilihan umum bertema“ Pertimbangkan Pilkada 2020: Tetap di Desember 2020 9 Mei, atau ditunda demi pengamanan bersama “Kamis (24/9/2020) .

” Kepolisian RI menyurati Polda bahwa Polres dan Polsek tidak mengeluarkan izin keramaian saat pilkada pada 9 Desember 2020 Sebagai buktinya, Polri juga akan menindak tegas mereka yang melanggar kesepakatan kesehatan saat pemilu. Ujar jenderal bintang dua itu.

Imam Sugianto menjelaskan bahwa kepolisian Republik Indonesia akan bertindak tegas. Penerapannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Nomor 6 / Tentang Kesehatan dan Karantina. Aturan Undang-Undang Nomor 2018.- “Jika ada perbuatan melawan hukum, sanksi harus dijatuhkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga atau ‘pencari nafkah’. Kapolri dengan tegas menyatakan bahwa hal itu harus dibubarkan jika diperlukan. Sughianto. Idham Azis juga mengeluarkan pernyataan kepatuhan terhadap perjanjian sanitasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2020, yang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Pilkada 2020 adalah Pekerjaan mewujudkan kedaulatan rakyat dilindungi oleh konstitusi.Oleh karena itu, perlu adanya penegasan regulasi agar tidak menjadi cluster baru yang menyebarkan Covid-19.

2. Memberikan perlindungan bagi penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemilih dan seluruh personel terkait Dan untuk menjamin keamanan.Untuk memutus rantai penularan Covid-19 dengan beradaptasi dengan kebiasaan baru, Kapolri dengan ini mengeluarkan pengumuman:

at. B Saat melaksanakan Pemilu 2020, harap selalu mengikuti peraturan pemerintah tentang pengobatan, pencegahan dan kesehatan Covid-19. Kebijakan dan regulasi mengutamakan keselamatan jiwa.Penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemilih, dan semua pihak yang terlibat dalam setiap langkah harus memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari keramaian untuk menerapkan kesehatan Covid-19 Kesepakatan d. Jumlah orang yang dimobilisasi pada setiap tahapan Pemilu tidak melebihi batas jumlah orang yang ditetapkan oleh Penyelenggara Pemilu. Setelah menyelesaikan setiap tahapan kegiatan, semua partai dan komunitas harus segera menyebar secara tertib, dan Tidak perlu pawai, konvoi, dll. Jika suatu tindakan dianggap melanggar pengumuman ini, setiap anggota Polri wajib mengambil tindakan polisi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288