Aturan aktivitas kantor DKI: minimal 3 jam setelah bekerja, 50% dari jumlah pekerja

Home / Metropolitan / Aturan aktivitas kantor DKI: minimal 3 jam setelah bekerja, 50% dari jumlah pekerja

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam masa transisi PSBB, Pemprov DKI Jakarta mulai melonggarkan beberapa tempat umum, termasuk perkantoran.

Namun, tindakan relaksasi ini dibarengi dengan penerapan peraturan kesehatan Coronavirus atau Covid-19 .

Baca: Virus Saat guru melaksanakan tugas, semua siswa menarik diri dari pembelajaran online grup WhatsApp

Ini Aturan, terutama di kantor, memiliki informasi standar tentang program pencegahan Covid-19 di tempat kerja atau kantor dalam Keputusan Nomor 1477/2020. — Surat ini dikeluarkan Disnakertransgi, Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi dan Energi DKI Jakarta. .-Surat ini juga merupakan perubahan atas Keputusan Direktur Disnakertransgi Nomor 1363/2020 yang telah diterbitkan sebelumnya .

“Keputusan Jakarta Kadisnakertransgi DKI Jakarta, tentang pencegahan dan pengendalian pada masa transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif. Protokol Covid-19 Kantor Pengendalian / Tempat Kerja Perubahan Keputusan No 1363/2020, ”tulis Kad. Notakretransgi DKI Jakarta Andri Yansyah dikutip TribunJakarta.com, Selasa (16/6/2020).

Kerja, jam kerja, shift dan sistem kerja, mengatur jam kerja dengan menetapkan waktu istirahat minimal 3 jam, ”ujarnya. -Berikut isi lengkap perjanjian pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kantor: – – 1) Melatih tim internal kelompok kerja Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288