Sarjuki yakin pandemi Covid-19 tidak akan memengaruhi kinerja penjualannya

Home / Metropolitan / Sarjuki yakin pandemi Covid-19 tidak akan memengaruhi kinerja penjualannya

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pada Jumat (7/8) sore, Sarjuki (55 tahun), pengusaha berbendera merah putih, duduk di trotoar Jalan R.A Fadillah Cijantung, Jakarta Timur. Sarjuki menggunakan kereta belanja untuk menukar atribut logo merah dan putih.

Keranjang belanja transaksi Sarjuki terlihat ketinggalan jaman. Atribut yang berbeda biasanya digunakan untuk memperingati 75 tahun berdirinya Republik Indonesia.

Mulai dari tiang bendera, bendera merah dan bendera putih masing-masing berukuran 90, 120 dan 150 meter atau 1,5 meter. Bendera merah putih berlogo Pancasila dan berbagai atribut lainnya-Sarjuki mengaku pernah berdagang di Jakarta beberapa hari lalu. Ia datang ke Jakarta dari Indramayu untuk menjual atribut bendera merah putih. 17 Agustus adalah waktu baginya untuk menghasilkan uang, yang merupakan atribut panji bisnis.

“Saya tukar bendera setiap tahun selama tiga tahun. Saya sampai di Jakarta Rabu kemarin, dan langsung saya buatkan kereta belanja dan bilang ke Tribun.

Setiap kali dia menukar atribut bendera merah putih, Sar Kiki tinggal bersama kakak laki-lakinya yang tinggal di Kampung Rambutan di Jakarta Timur. Ia berjalan-jalan setiap hari dan berjualan bendera merah untuk memperingati ulang tahun ke 75 berdirinya Republik Indonesia.

Bisnis Sarjuki Area tersebut adalah area Kampung Rambutan (Kampung Rambutan), Kampung Gedong (Kampung Gedong), dan terakhir area Jalan RA Fadillah Cijantung.Ketiga area tersebut dari WIB mulai pukul 08.00 hingga sore, belum dapat dipastikan kapan akan kembali. .

Sarjuki mengatakan bahwa pangsa pasar properti bendera merah putih saat ini dalam keadaan tenang. “Keuntungan yang saya dapat setiap hari tidak pasti. Namanya ini juga semacam transaksi, terkadang sangat sibuk, terkadang sangat sepi. , Karena dia telah berdagang selama beberapa hari, jadi dia tidak terlalu sibuk. Dia melanjutkan, mungkin sedikit ramai di tahun 17-an. Bendera merah putih ukuran 90 dihargai 25.000 rupee, bendera merah ukuran 120 dihargai 60.000 rupee, jika ukurannya 150 atau 1,5 meter, harganya 70 juta rupiah, dan tiangnya dihargai rupee. Lima belas ribu Sarkiki mengaku tidak ingat berapa banyak uang yang dia hasilkan.

“Saya tidak ingat berapa banyak bendera yang saya jual, saya belum menghitungnya. Kadang ada dua atau tiga pasang (bendera + tiang) yang bisa Anda dapatkan. Jika Anda sibuk, Anda bisa mendapatkan lima pasang. Untungnya, itu masih Tidak terlalu besar.

Sadjuki mengatakan bahwa Corona atau pandemi virus Covid-19, dan dia yakin hal tersebut tidak akan mempengaruhi produknya. Belum banyak perubahan dalam penjualan bendera nasional antara tahun ini dan tahun lalu .

” Saya berharap masyarakat Indonesia bisa segera lepas dari pandemi Covid-19, karena keadaan ini membuat kita semua merasa resah. Saya berharap pemerintah bisa dan membebaskan kita semua dari Covid 19, ”kata Sarjuki.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288