DPRD DKI mengklaim kurangnya pengawas kantor hanyalah alasan klasik untuk ketenagakerjaan dan keimigrasian

Home / Metropolitan / DPRD DKI mengklaim kurangnya pengawas kantor hanyalah alasan klasik untuk ketenagakerjaan dan keimigrasian

Dilaporkan wartawan Tribunnews.com Jakarta Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dinas Sumber Daya Manusia dan Imigrasi (Disnakertrans) Jakarta menyampaikan fenomena kurangnya pengawas kantor selama masa transisi PSBB dikenal sebagai alasan klasik. Karena itu, ini adalah alasan yang semua orang tahu. Karena sumber daya. Anggota Fraksi DPRD Gerindra Syarif mengatakan pada Sabtu (8 Januari 2020) bahwa kami mencari alasan lain yang berarti.

Membaca: Pengabdian pada Masyarakat Saat Pandemi Mahasiswa UNS memberikan kegiatan untuk hidup selaras dengan Covid-19 Apa ini?

Seperti diketahui, Biro Sumber Daya Manusia dan Imigrasi di Jakarta hanya memiliki 58 pengawas kantor.

Faktanya, jumlah perusahaan yang ada di ibukota adalah 78.946. Staf dan supervisor dibagi menjadi lima tim.

Sebuah tim memeriksa 3-4 perusahaan setiap hari.

Sekretaris Komite D menyarankan agar Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi menggunakan kemitraan masyarakat yang baik untuk terjalin di masyarakat.

Baca: Presiden Jepara DPRD Meninggal di Jakarta, Almarhum Anggota Aktif Covid

Seperti Forum Masyarakat Kesadaran Dini (FKDM), memberikan bantuan kepada Karang Taruna untuk membantu pengawalan kantor. — “Saya anjurkan agar mereka menggunakan kemitraan masyarakat. Kita punya relawan yang tergolong bayaran negara. Kita punya karang taruna FKDM. Kenapa tidak dimaksimalkan?” Ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288