Polisi memverifikasi dua saksi ahli dan tiga wartawan mengenai pembakaran bendera PDIP

Home / Metropolitan / Polisi memverifikasi dua saksi ahli dan tiga wartawan mengenai pembakaran bendera PDIP

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama penolakan terhadap Undang-Undang Ideologi Pancasila (UU HIP), polisi Metro Jaya masih memeriksa saksi sebelum kebakaran Partai Demokrasi Indonesia (IDP) suatu jangka waktu. Dalam hal ini, total lima orang diwawancarai sebagai saksi.

Direktur Yusri Yunus, kepala hubungan masyarakat di Departemen Kepolisian Metro Jaya, mengatakan bahwa dari lima orang yang diwawancarai oleh polisi, dua adalah saksi ahli. Lima orang mengklarifikasi karena mereka memasuki penyelidikan, termasuk dua saksi ahli, “kata Yusri kepada wartawan, Selasa (30 Juni 2020). Ketiganya adalah wartawan PDIP.

Baca: Untuk Api bendera PDIP, Ketum Pagar Nusa: Jangan memperkenalkan konflik di Timor Tengah ke Indonesia

Baca: Mengenai kasus pembakaran bendera PDI, polisi: Polisi menjelaskan sendiri. Profesional

Baca: 6 PDIP DPC melaporkan bendera membakar ke polisi – “tiga orang lainnya adalah wartawan”, jelasnya. – Selain itu, ia menambahkan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Polisi masih mencari saksi untuk memberikan bukti kepada Cari tahu apakah kasus itu melibatkan kejahatan. Dia menyimpulkan: “Polisi masih menyelidiki kasus ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDI-P) melaporkan bahwa benderanya dibakar selama operasi. Penolakan Kepolisian Kabupaten Metropolitan Jaya pada hari Jumat (26/6/2020) menolak “Pan Casira Ideology Act (HIP) mensyaratkan nomor registrasi laporan kepolisian adalah LP / 3.656 / 6 / VI / YAN.2.5 / 2020 / SPKT PMJ dan Ronny Berty Talapessy untuk mewakili reporter. DPD PDIP Sekretaris Gembong Warsono datang langsung ke Kantor Polisi Metropolitan Jakarta sebagai wakil dari PDIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

adu ayam online_s128.net_s1288